Senin, 11 Maret 2013

Empat Alasan Pria Suka Wanita Gemuk


Kita seringkali berpikir bahwa pria hanya tertarik dan suka dengan wanita bertubuh langsing. Nyatanya, banyak juga pria yang lebih memilih berpasangan dengan wanita bertubuh chubby atau lus size.

Mengapa beberapa pria lebih memilih wanita gemuk dibandingkan wanita yang harus repot sana-sini demi memiliki tubuh langsing? Ini dia alasan mereka.

1, Tidak Pilih-Pilih Makanan
Sudah jadi rahasia umum jika pria makan lebih banyak daripada wanita. Mereka bisa makan apa saja tanpa takut cepat gemuk karena metabolismenya lebih tinggi daripada wanita. Bagi beberapa pria, memiliki pasangan yang juga hobi makan membuat mereka lebih nyaman. Mereka bisa hunting makanan atau wisata kuliner dengan bebas. Bagi pria tipe ini, wanita yang hanya pesan salad atau sayur dan menolak makanan 'enak' membuat mereka jengkel. Wanita yang suka menahan makan dan pilih-pilih makanan dianggap tidak asik.

2. Tidak Terobsesi Penampilan
Wanita yang menjaga berat badan dan bentuk tubuhnya biasanya menjunjung tinggi kesempurnaan. Misalnya saja, panik ketika timbul selulit dan berusaha melakukan apa saja agar selulit itu hilang, tidak peduli keluar uang berapapun. Hal ini membuat beberapa pria tidak nyaman karena mereka sedikit - sedikit merasa gemuk padahal ukuran baju sudah S. Sementara itu, wanita bertubuh gemuk biasanya lebih santai dengan penampilan dan nyaman dengan diri mereka sendiri.

3. Hidup Lebih Santai Dan Tidak Dikejar Target
Bagi pria, hidup mereka sudah dipenuhi banyak target. Mereka agak malas jika harus dikejar target pasangannya yang ingin selalu bertubuh langsing. Pria juga ingin hidupnya santai dan nyaman. Mereka biasanya enggan ikut-ikutan diet dan hanya makan salad setiap hari. Sehingga mereka cenderung memilih wanita yang suka makan dan chubby. Wanita seperti ini lebih mengerti cara menikmati hidup dan tidak stres dikejar target tubuh langsing.

4. Pelukannya Lebih Hangat
Memang sih.. tidak ada hasil penelitian yang menunjukkan apakah ada perbedaan rasa hangat dipeluk wanita kurus atau wanita plus size. Tapi bagi sebagian pria, mereka lebih suka memeluk wanita yang benar-benar wanita, dengan lemak di beberapa bagian tubuh, itu lebih mencerminkan wanita sejati bagi para pria.

Anda Percaya..???

Selasa, 26 Februari 2013

ULANG TAHUN... UMUR BERTAMBAH DAN USIA BERKURANG


USIA bisa kita umpamakan seperti sepotong kayu yang dibakar api. Jika kayu itu sepanjang satu meter mata semakin lama kayu tersebut bukan semakin panjang, namun semakin pendek dan terus memendek, sampai akhirnya apipun mengakhiri pembakarannya. Usia juga bisa kita umpamakan air pada sebuah ember, tiap saat segela demi segelas air dalam ember tersebut diambil, semakin hari maka isi air dalam ember tersebut akan habis dan emberpun menjadi kosong tak berisi. Banyak lagi perumpamaan yang dapat kita buat berkait usia

Berkait dengan bertambahnya UMUR secara kuantitas maka secara kualitas kondisi fisikpun semakin menurun, semakin bertambah semakin menurun, tingkat penurunan kualitas fisik ada yang langsung drop and down, namun ada pula yang tampak begitu lambat penurunannya. Hal ini berkait erat dengan penyikapan hidup dan manajemennya atau bahasa simplenya gaya hidup. Begitulah kehidupan dan prosesnya.

Ulang tahun bukan mengulang tahun yang sudah berlalu, namun ulang tahun adalah berulangnya penanggalan awal kelahiran namun pada tahun yang berbeda. Perbedaan tahun karena pengaruh penanggalan sedang penanggalan itu sendiri berubah seiring perubahan alam, perputaran dan pergantian silih bergantinya siang dan malam, matahari dan bulan.

Saat seseorang merayakan ulang tahun, ia akan diberikan selamat berupa doa-doa, seperti panjang umur, sehat, rezeki, jodoh dan lain-lain. Saat lagu ulang tahun dikumandang dengan syair panjang umurnya, lalu kita kaitkan dengan perumpaman diatas sebagaimana api memakan kayu bakar tadi tentu amatlah tidak cocok sekali, mengapa? Secara kuantitas memang umur bertambah, namun secara kuantitas juga usia berkurang. Secara kuantitas memang umur bertambah, namun secara kualitas kondisi fisik berkurang. Tiap orang tidak akan pernah tahu sampai usia berapa ia masih bisa bertahan hidup.

Bagi kita yang sadar tentunya mampu menjadikan moment ulang tahun sebagai media untuk merefleksikan kualitas diri, apakah usia hidup ini memberi manfaatkah untuk kehidupan? Semakin baikkah ibadah kita, sikap sosial kita kepada sesama, adakah perubahan yang lebih baik yang mampu kita mampu promosikan untuk kehidupan? Dengan banyak mempertanyakan kualitas dan sumbangan hidup untuk kebaikan akan memberi motivasi diri untuk membuat hidup dan kehidupan menjadi lebih baik, itulah ajaran Tuhan, kepada ummat manusia, menjadi lebih baik, mengakhiri hidup dengan kebahagiaan... Khusnul khotimah.

Dengan memahami makna ulang tahun secara benar seseorang akan mampu menghindari perayaannya secara berlebihan yang penuh dengan hura-hura dan semu tanpa makna dan perubahan, namun diisi dengan pemaknaan dan doa serta peningkatan kualitas diri. Sahabat Nabi tercinta Umar bin Khatab pernah mengingatkan, “hasibuu qabla an tuhaasabu”, hitunglah (amal perbuatan/ibadah dirimu karena hanya kamu dan Tuhan yang tahu) dirimu sebelum Tuhan yang menghitungnya, begitu kira-kira maknanya. Dengan pemahaman seperti ini kita akan selalu berusaha meningkatkan kualitas pribadi, sosial dan ibadahnya menjadi lebih baik lagi. Karena Allah sangat menghargai sebuah usaha/proses yang dilakukan manusia.

Semoga kita semakin bisa memaknai momment ulang tahun untuk hidup dan kehidupan yang lebih baik. 

Rabu, 12 Desember 2012

KEUNIKAN ANGKA 12


Berada pada bulan Desember, selalu teringat dengan angka 12 yang berarti kita sekarang berada di penghujung tahun. Sistem kalender purba hingga modern hampir sebagian besar menetapkan jumlah bulan dalam setahun ada 12. Banyak makna dan peristiwa penting yang bisa dikaitkan dengan angka 12 ini, bukan hanya sistem penanggalan kalender.

Nama-nama bulan yang dikenal dunia modern sekarang berasal dari kalender Gregorian. Ke-12 nama bulan tersebut dalam bahasa Indonesia adalah Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, Nopember dan Desember. Dalam kalender Suku Maya disebutkan kalau kiamat akan terjadi pada bulan ke-12tahun 2012. Dalam kalender Hijriyah (Islam) juga dikenal dengan 12 nama bulan yaitu Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Syaban, Ramadhan, Syawal, Dzulkaidah dan Dzulhijjah.

Dalam tradisi Israel dikenal dengan 12 suku Israel yaitu Ruben, Simeon, Lawi, Yehuda, Zebulon, Isakhar, Dan, Gad, Asyer, Naftali, Yusuf, Benyamin. Ke-12 suku ini kemudian berdiaspora ke luar tanah Kanaan. Selain itu dalam literatur agama juga dikenal dengan 12 Murid Yesus (Nabi Isa AS) yaitu Petrus, Andreas, Yakobus Besar, Yakobus Kecil, Yohanes, Filipus, Bartolomeus, Matius, Thomas, Tadeus, Simon dan Yudas Iskariot. Dalam Islam istilah 12 sahabat Isa dikenal dengan nama Hawariyun. Dan ternyata Nabi Musa juga punya 12 sahabat sejati yang dikenal dengan sebutan Asbat. Dalam tradisi Islam aliran Syiah angka 12 sangat penting, karena 12 merujuk pada 12imam besar dalam Syiah yang dimulai dari Ali Bin Abi Thalib dan imam ke-12 adalah Imam Mahdi. Konon penyebutan 12 Imam besar Syiah ini banyak dipengaruhi oleh tradisi bangsa Israel. Wallahualam.

Bagi umat Islam angka 12 juga punya nilai historis yang penting karena Nabi Muhammad dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awal. Dalam Quran kitab suci yang dibawa Nabi Muhammad surah ke-12 adalah Surah Yusuf. Yusuf atau Yosef (bhs. Ibrani) Merupakan salah satu nabi Bani Israel yang diceritakan memiliki wajah yang tampan. Kalimat “la ilahaillah” terdiri 12 kata, dan kalimat “muhammad rasulullah” juga terdiri dari 12 kata.

Angka 12 bagi orang China yaitu 12 shio yang tiap shionya punya makna dan filosofi yang berbeda, ke-12 shio itu adalah Tikus, Sapi, Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi Hutan. Sedangkan dalam astrologi Yunani angka-12 berarti 12 Zodiak yaitu Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricornus, Aquarius, dan Pisces. Zodiak sendiri dipercaya berasal dari peradaban lembah sungai Eufrat di Mesopotamia dan berkembang di kebudayaan Yunani, dan DALAM satu hari terdapat 24 jam, dan di bagi antara 12 jam.

Jangan lupakan di tubuh Manusia dalam sistem pencernaannya ada yang dinamai dengan usus dua belas jari, fungsi usus ini menyalurkan makanan ke usus halus. Dinding usus 12 jari tersusun atas lapisan-lapisan sel yang yang sangat tipis yang membentuk mukosa otot. Kalau yang ini pasti disukai oleh lelaki dewasa mungkin wanita juga suka, dalam salah satu artikel rubrik kesehatan ada yang menulis tentang 12 cara bikin orgasme lebih dahsyat yang berisi tentang trik membantu wanita mencapai orgasme yang dahsyat. Kalau artikel seperti ini biasanya banyak di buru pembaca. 

Di beberapa negara yang percaya angka 13 sebagai angka sial, nomor lift di negara tersebut biasanya lompat dari angka 12 ke angka 14 atau nomor 13 diganti dengan nomor 12a. Rupanya angka 12 telah membawa kita melanglang buana ke penjuru dunia dari zaman purba hingga zaman millenium, saatnya kembali ke negeri kita sendiri. Angka12 juga terdapat dalam sastra Melayu yaitu Gurindam 12. Gurindam 12 merupakan karya sastra Raja Ali Haji, seorang sastrawan Melayu keturunan Luwu di Sulsel. Ada yang menyebut Gurindam 12 merupakan cikal bakal bahasa Indonesia.

Angka 12 juga punya kesan positif bagi PSSI dan reformasi sepakbola nasional yaitu12 merupakan jumlah klub yang bertahan ikut liga profesional yang bebas APBD, bebas kolusi, bebas mafia dan diakui FIFA dan AFC yaitu Indonesian Premier League (IPL). Ke-12 klub pemberani itu adalah Persiraja, Arema, Persebaya, Persija, PSM Makassar, Persema, Persibo, Semen Padang, Bontang FC, PSMS Medan, Persiba Bantul dan Persijap Jepara.

Banyak kisah, peristiwa dan pelajaran dari sebuah angka, seperti angka 12 ini. Masih banyak misteri dan peristiwa angka 12 yang lain, anda lebih tahu dan lebih paham silahkan menambahkan sendiri. Semoga hari ini tanggal 12 bulan 12 tahun 2012 bumi makin damai dan sejahtera...

Minggu, 09 September 2012

KULIHAT DUNIA VIA PARABOLA


Sahabat suka nonton tv..??? Pake apa anda nangkap siaran, Antena UHF ato Satelit via Parabola..???

Selama aku tinggal di kosan di Surabaya, menikmati acara tv selalu itu2 saja, semuanya channel lokal semacam SCTV, RCTI, Trans...dll, Dan tentu saja melalui sinyal UHF yg kadang2 masih ada semutnya....

Setelah aku pulang ke Tuban, masalahnya baru datang, di kampungku ini jangkauan sinyal Tv sangat buruk, akhirnya kalo kita ingin menikmatinya harus menggunakan Parabola…

Seperti judul posting saya kali ini “Kulihat Dunia Via Parabola“… Kalo boleh sahabat tau, saya menggunakan Mesh Dish 9 Feet dgn DSR (Digital Sattelite Receiver) merk Matrix HD Eterne new dan Skynindo HD800, Positioner pake Geotrack GP580+. Hasilnya; hampir semua acara Tv dari separo belahan dunia dari posisi barat sampai ke timur bisa kulihat, tercatat kurang-lebih 400 Free Channel termasuk Indonesia dari 12 Satelit telah memanjakan mata saya. Kalo ada yg merasa ragu dan gak percaya boleh datang ke tempat saya, dan kalo ada yg minat saya juga bisa setting Parabolanya..:-)

Pengalaman ini tentu saja merupakan sesuatu hal yg baru dan sangat berbeda dibandingkan di Surabaya dulu, dimana Pengetahuan dan Informasi yg didapat dari acara Tv sangat terbatas... 

Kalaupun ada yg bilang `WONG NDESO KUPER ato GAPTEK` itu salah besar, buktinya Budaya Negara lain seperti Arab, Eropa, India, Asia, China, dll bisa kutahu..:-)

Minggu, 26 Agustus 2012

Makna di balik tradisi kupatan

Kupat dimaknai sebagai "Laku sing papat" atau empat keadaan yang dianugerahkan kepada mereka yang berpuasa dengan benar yakni Lebar, Lebur, Luber dan Labur. 

Menurut Sunan Bonang, orang yang berpuasa dengan ikhlas, iman dan ihtisaab ketika hari raya akan mendapat empat anugerah laku ters
ebut... 

Lebar berarti selesai kewajiban puasanya dengan melegakan. 

Lebur berarti terhapus semua dosa yang dilakukannya di masa lalu. 

Luber berarti melimpah ruah pahala amalnya. 

Labur berarti bersih dirinya dan cerah bercahaya wajahnya. 

Dengan Kupat kita selalu diingatkan untuk "ngaku lepat", yang berarti saling mengakui kesalahan serta memaafkan satu dengan lainnya. Jadi ada nuansa semangat tobat pada Allah dan meminta maaf sesama manusia. 

Bahwa kupat dibungkus dari janur, berasal dari bahasa arab ja a nur (telah datang cahaya). Janur melambangkan " jatining nur " yakni hati yang putih bersih karena telah beribadah puasa dengan keikhlasan dan kesungguhan selama Ramadhan. 

Kupat dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari kafi yakni kuffat berarti sudah cukup harapan. Dengan berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan + saling memaafkan di hari raya Iedhul Fitri + puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal bagaikan berpuasa penuh selama setahun. 

Mari saling mengingatkan, jangan hanya ingat kupatnya saja tetapi ayo kerjakan puasa sunnah 6 hr di bulan Syawal...

Kamis, 02 Agustus 2012

TENTANG PERNIKAHAN

Apa itu artinya pernikahan???…. SEMOGA ALLAH MENGUMPULKAN YANG BERSERAKAN DARI KEDUANYA, MEMBERKATI MEREKA BERDUA DAN KIRANYA ALLAH MENINGKATKAN KUALITAS KETURUNAN MEREKA, MENJADIKAN PEMBUKA PINTU RHMAT, SUMBER ILMU DAN NIKMAT SERTA RASA AMAN BAGI UMAT . (DOA RASULULLAH SAAT PERNIKAHAN PUTRINYA FATIMAH DENGAN ALI BIN ABI THALIB)

Mari kita simak pesan-pesan Al Qur’an tentang tujuan hidup yang sebenarnya. Nasehat ini untuk semuanya. Baik untuk mereka yang telah memiliki arah. Bagi mereka yang belum punya arah. Atau bahkan yang tak punya arah sekalipun. Nasehat ini untuk semuanya. Semua yang ingin mendapat dan meraih kebaikan.

Nikah itu ibadah. Nikah itu suci … ingat itu. Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena keturunan, bisa karena kecantikan, ketampanan, dan bisa karena agama. Jangan engkau jadikan harta, kecantikan, dan keturunan sebagai alasan karena itu akan menyebabkan celaka. Jadika agama sebagai alasan. Engkau akan mendapatkan kebahagiaan. Tak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta.

Namun, jika cinta engkau jadikan satu-satunya landasan, maka keluargamu akan rapuh. Mudah terombang-ambing dan hancur kemudian. Jadikanlah Allah sebagai landasan. Niscaya kau akan selamat. Tidak saja di dunia, tapi juga di akhirat. Jadikan ridho Allah sebagai tujuan. Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai. Insya Allah……

Untuk calon suami yang sholih…

Jangan kau menginginkan menjadi raja dalam istanamu. Disambut isteri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan. Jika ini kau lakukan, istanamu tidak akan lanngeng. Lihatlah manusia teragung sepanjang sejarah, Muhammad SAW tidak marah ketika harus tidur di luar beralaskan sorban, karena sang isteri tidak mendengar kedatangan beliau. Tetap tersenyum, meski tak tersedia makanan di hadapan, ketika lapar. Menjahit bajunya yang robek...

Jangan engkau terlalu cinta pada isterimu. Jangan engkau terlalu menuruti isterimu. Jika itu engkau lakukan, akan celaka. Engkau tidak akan dapat melihat hitam dan putih, tidak akan dapat melihat benar dan salah. Lihatlah bagaimana Allah menegur Nabimu ketika mengharamkan apa yang telah Allah halalkan hanya karena menuruti kemauan isteri. Tegaslah terhadap isterimu.

Dengan cintamu ajaklah ia taat kepada Allah. Jangan biarkan ia dengan kehendaknya. Lihatlah isteri Nuh dan Luth. Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang. Isterimu bisa menjadi musuhmu. Didiklah isterimu. Jadikanlah ia sebagai Hajar, wanita utama yang setia terhadap tugas suami, Ibrahim. Jadikan ia sebagai Maryam. Wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya. Jadikan ia sebagai Khadijah, wanita utama yang bisa mendampingi tugas suami, Muhammad SAW menerima tugas risalah. Isterimu adalah tanggung jawabmu. Jangan larang mereka untuk taat kepada Allah. Biarkan ia giat berdakwah kepada kaumnya untuk menyegerakan tegaknya kembali kalimah-Nya. Biarkan ia menjadi wanita yang sholehah yang senantiasa mengokohkan dakwahmu dan dakwahnya. Tegur ia tatkala ia lalai dalam melaksanakan amanahnya. Biarkan ia menjadi Hajar, Maryam atau bahkan Khodijah. Sungguh jangan kau belenggu dengan egomu.

Untuk calon isteri yang sholihah… Jika engkau menjadi isteri, jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam istanamu. Disayang, dimanja dan dilayani oleh suamimu. Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu. Jika itu engkau lakukan, istanamu akan menjadi neraka bagimu. Jangan engkau paksa suamimu menurutimu. Jangan engkau paksa suamimu untuk melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya. Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami. Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa senantiasa menjaga kehormatannya.

Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa mendampingi suami tercinta mejalankan misi dakwahnya. Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu. Jangan kau usik suamimu dengan tangismu. Jika itu kau salah gunakan, kecintaannya padamu yang begitu besar akan memaksanya menjadi pendurhaka.

Untuk para Bapak... Jika kau menjadi bapak, jadilah bapak yang bijaksana layaknya Lukamnul Hakim. Jadilah Bapak yang tegas seperti Ibrahim. Jadilah Bapak yang dipenuhi kasih dan sayang seperti Muhammad SAW. Ajaklah anakmu mengenal Allah. Ajaklah anak, dan istrimu untuk senantiasa taat pada Allah. Jadikan ia sebagai Yusuf yang berbakti. Jadika ia setaat Ismail. Jangan jadikan ia sebagai Kan’an yang durhaka.

Mohonlah kepada Allah. Mintalah kepada Allah agar mereka menjadi anak yang sholih dan senantiasa menjadi pejuang Islam.

Untuk para Ibu… Jika kau menjadi ibu, jadilah kau ibu yang bijak, ibu yang teduh, yang bisa memberi keteduhan pada suami dan anak-anakmu. Bimbinglah anakmu dengan kasih sayangmu. Jadikan mereka mujahid. Jadikan mereka tentara-tentara Allah. Jangankan biarkan mereka larut dalam kemanjaan dan malas-malasan. Siapkan mereka menjadi anak yang shalih. Hamba yang shalih. Yang siap menegakkan risalah Islam.

Pernikahan laksana ajal, tak peduli siap Atau tidak, pada waktu yang telah ditentukan dia Akan datang menjemput seseorang untuk berpindah ke alam lain. Maka beruntunglah bagi siapa yang mempersiapkan diri.

Untuk Suami Renungkanlah… Pernikahan menyingkap tabir rahasia. Isteri yang kamu nikahi tidak semulia Khadijah, tidak setaqwa Aisyah, pun tidak setabah Fatimah. Justru isterimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi solehah… Pernikahan menyadarkan akan kewajiban bersama. Isterimu menjadi tanah, kamu langit penaungnya. Isteri ladang tanaman, kamu pemagarnya. Isteri ibarat ternak, kamu penggembalanya.

Isteri adalah murid, kamu mursyidnya. Isteri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanja dan berkeluhkesah ia. Dan ketika isteri menjadi racun, kamulah penawar bisanya. Seandainya isteri tulang yang bengkok maka berhati-hatilah meluruskannya.

Pernikahan menginsyafkan kita perlunya keimanan dan ketaqwaan. Untuk belajar meniti ridho Allah SWT. Karena memiliki isteri yang tak sehebat mana, justru kamu akan tersentak dari alpa. Kamu bukanlah Rasulullah SAW, pun bukan Sayyidina Ali, Karramallahuwajhah. Cuma suami akhir zaman yang mencoba untuk menjadi suami soleh.

Untuk Isteri Renungkanlah… Pernikahan menyingkap tabir rahasia. Suami yang menikahimu tidak semulia Muhammad SAW, tidak setaqwa Ibrahim, pun tidak setabah Ayub. Apalagi setampan Yusuf. Justru suamimu hanyalah lelaki akhir zaman yang punya cita-cita membangun keturunan yang sholeh.

Pernikahan menyadarkan akan kewajiban bersama. Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya. Suami adalah nahkoda kapal, dan kamu pengemudinya. Saat suami seorang raja, kamu dapat merasakan anggur singgasananya. Dan ketika suami menjadi racun, kamulah penawar bisanya. Sungguh , tatkala suami sebagai inti jantung keluarga, maka anti-lah rusuk pelindungnya. Seandainya suami bengis lagi lancang, maka berhati-hatilah meluruskannya…

Pernikahan menginsyafkan kita perlunya keimanan dan ketaqwaan. Untuk belajar meniti ridho Allah SWT. Karena memiliki suami yang tak sehebat mana, justru kamu akan tersentak dari alpa. Kamu bukanlah Khadijah yang sempurna dalam menjaga, pun bukan Hajar yang setia dalam sengsara. Cuma wanita akhir zaman yang mencoba untuk menjadi istri salehah.

“Semoga Allah Mengumpulkan Yang Berserakan Dari Keduanya, Memberkati Mereka Berdua Dan Kiranya Allah Meningkatkan Kualitas Keturunan Mereka, Menjadikan Pembuka Pintu Rahmat, Sumber Ilmu Dan Nikmat Serta Rasa Aman Bagi Umat ”

Mengasah diri lewat pasangan hidup

Beragama lewat pernikahan itu lebih berat dari pada selibat. Kata Rumi, “kalau engkau termasuk manusia pemberani, maka tempuhlah jalan Muhammad (yaitu menikah dan membersihkan diri lewat pasangan). Tapi kalau tidak, maka setidaknya tempuhlah jalan Isa.”

Justru tujuan pernikahan bagi mereka (para penempuh jalan spiritual sejati) masing-masing lelaki dan wanitanya adalah ‘menggunakan’ ketidaksempurnaan pasangannya itu untuk membersihkan jiwanya sendiri. Dia mengamplas hatinya lewat pasangannya, demi meraih Cinta Sempurna (C dan S nya kapital) untuk diri dan pasangan mereka, karena masing-masing diri mereka menyadari bahwa cinta mereka untuk pasangannya bukanlah cinta yang tertinggi.

Socrates paham sepenuhnya hal ini. Ia, sebagai seorang pencari kebenaran hakiki (sufi sejati juga kali?) justru mencari wanita berperangai paling buruk di Athena untuk ia nikahi. Ia ingin mengasah kebijaksanaan dan kesabarannya lewat istrinya. Kata-kata beliau yang terkenal setelah menikah: “By all means, get married! If you get a good spouse you’ll be happy. If you get a bad one, you’ll become a philosopher. You have nothing to lose.” Lucu sih. Tapi dalem.

Ini dari kitabnya Rumi, Fihi Ma Fihi diskursus #20, terjemahan monsiour Herr Mann Soetomo, tentang pernikahan sebagai jalan Muhammad: Siang dan malam engkau senantiasa berperang, berupaya mengubah akhlak dari lawan-jenismu, untuk membersihkan ketidak-sucian mereka dan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan mereka. Lebih baik mensucikan dirimu-sendiri melalui mereka daripada mencoba mensucikan mereka melalui dirimu-sendiri. Ubahlah dirimu-sendiri melalui mereka. Temuilah mereka dan terimalah apa saja yang mereka katakan, walaupun dari sudut-pandangmu ucapan mereka itu terdengar aneh dan tidak-adil.

Pada hakikat dari persoalan ini lah, Muhammad S.A.W. berkata: “Tidak ada kerahiban dalam Islam.” Jalan para rahib adalah kesendirian, tinggal di pegunungan, lelaki hidup tanpa perempuan dan berpaling dari dunia. Allah menunjukkan jalan yang lurus dan tersembunyi kepada Sang Nabi. Jalan apakah itu? Pernikahan, agar kita dapat menanggung ujian kehidupan bersama dengan lawan-jenis, mendengarkan tuntutan-tuntutan mereka, agar mereka memperlakukan kita dengan keras, dan dengan cara demikian memperhalus akhlak kita.

Menanggung dan menahan penindasan dari pasanganmu itu bagaikan engkau menggosokkan ketidak-murnianmu kepada mereka. Akhlakmu menjadi baik melalui kesabaran; sementara akhlak mereka menjadi buruk melalui pendominasian dan agresi mereka. Jika engkau telah menyadari tentang ini, buatlah dirimu bersih. Ketahuilah bahwa mereka itu bagaikan pakaian; di dalamnya engkau dapat membersihkan ketidak-murnianmu dan engkau sendiri menjadi bersih.

Singkirkan dari dirimu kebanggaan, iri dan dengki, sampai engkau alami kesenangan dalam perjuangan dan penderitaanmu. Melalui tuntutan-tuntutan mereka, temukanlah kegembiraan ruhaniah. Setelah itu, engkau akan tahan terhadap penderitaan semacam itu, dan engkau tidak akan berlalu dari penindasan, karena engkau melihat keuntungan yang mereka berikan.

Diriwayatkan bahwa suatu malam Nabi Muhammad S.A.W. dan para sahabatnya kembali dari suatu ekspedisi. Belian menyuruh mereka memukul genderang, seraya berkata: “Kita akan berkemah di gerbang kota, dan memasukinya esok-hari.” Mereka bertanya: “Wahai Rasul Allah, mengapa kita tidak langsung saja kembali ke rumah masing-masing?” Beliau S.A.W. menjawab: “Bisa jadi engkau akan menemui istrimu di ranjang bersama lelaki lain. Engkau akan terluka, dan kegaduhan akan timbul.” Salah seorang sahabat tidak mendengar ini, dia masuk ke kota, dan mendapati istrinya bersama dengan orang lain.

Jalan dari Sang Nabi adalah seperti ini: Menanggung kesedihan itu perlu untuk membantu kita membuang egoisme, kecemburuan dan kebanggaan. Menahan sakit dari keinginan-keinginan berlebihan dari pasangan kita, sakitnya beban ketidak-adilan, dan ratusan ribu macam sakit lainnya yang tidak terbatas, agar jalan ruhaniah dapat menjadi jelas.

Jalan dari Nabi Isa a.s. adalah bergulat dengan kesepian dan tidak meladeni syahwat. Jalan Muhammad S.A.W. adalah dengan menanggung penindasan dan kesakitan yang ditimbulkan oleh lelaki dan perempuan satu sama lain. Jika engkau tidak dapat menempuh jalan Muhammad, setidaknya tempuhlah jalan Isa, sehingga dengan demikian engkau tidak sepenuhnya berada di luar jalan ruhaniah. Jika engkau mempunyai ketenangan untuk menanggungkan seratus hantaman, dengan memandang buah dan panen yang lahir melalui mereka, atau jika engkau diam-diam meyakini di dalam kalbumu, “Walaupun saat ini aku tidak melihat hasil-panen dari penderitaan ini, pada akhirnya aku akan meraih harta-karun,” bahwa engkau akan meraih harta-karun, itu benar adanya; dan yang jauh lebih berlimpah dibandingkan dengan yang pernah engkau inginkan dan harapankan.

Jadi, justru di jalan Muhammad orang yang mau menikah seharusnya sepenuhnya menyadari bahwa sifat-sifat pasangan yang ‘buruk’ itu akan menempa kita, demi menjadi bijak, bersih, matang, dan suci, untuk meraih cinta tertinggi bagi masing-masing pasangan. Ini bahagia atau tidak bahagia? Tergantung cara memandang ‘kebahagiaan’. Bahagia kelas permen atau bahagia kelas langit.

Di sisi lain, Rasul melarang menikah tanpa cinta, sekalipun itu paksaan orangtua sendiri. Cinta adalah landasannya pernikahan. Tapi para pejalan ini tahu, bahwa hanya ada dua kemungkinan arah cinta di awal pernikahan itu: cinta itu akan mati saja, atau cinta itu akan mati dan tertransformasi menjadi cinta yang lebih tinggi, dalam tiap tahapan pernikahan. Itu artinya menanggung tempaan secara teratur, selang seling senang dan martil.

Sekarang, kalau saya ditanya, memang mau menempuh pernikahan seperti itu? Berani? Sejujurnya, rasanya nggak lah. Ke’sufi’an (dalam tanda kutip) yang saya punya paling juga masih sebatas wacana. No way. Not way. Saya juga tentu mengharapkan kebahagiaan dalam pernikahan saya. Tapi pada saat yang sama, juga mengharapkan adanya transformasi. Agaknya kalau mau enak semuanya itu jawaban hawa nafsu saya saja.

Kalau merenungi landasan pernikahan kami lumayan membuat saya ‘berkeringat dingin’. Bukan mikirin malam pertama, tapi mikir landasan pernikahan kami. Udah benar belum ya, landasannya, niatnya, paradigmanya, harapannya? Kalo salah gimana? Apa yang terjadi nanti? Apakah langgeng, berantem, bercerai? Kaya, melarat? Nggak tau. Mutlak nggak tau.

Saya hanya berharap semoga Allah tidak pernah meninggalkan kami, dan mencukupi kebutuhan kami lahir dan batin, jasad dan jiwa. Semoga dari ketidaktahuan itu akan lahir sebuah Keberserahdirian yang mendatangkan rahmat.

Islam, aslama, berserah diri. Makanya kata Rasul, menikah adalah setengah diin, diinul-Islam, jalan keberserahdirian. Sebuah kebergantungan hati yang mutlak kepada Allah ta’ala, no matter how good we are. That sense is so hard to accomplish.

Semoga Allah menguatkan kami dalam penempaannya. Semoga Allah berkenan hadir mengunjungi kami dalam kebahagiaan-kebahagiaannya. Ya Rabb, please be gentle with me. This is my first. Actually, You are my first...

--------------------------------------

Tulisan ini saya kutib sebagian dari milis tetangga.. Jujur saya menyukai tulisan ini... semoga menjadi amal yang tiada putus karena manfaat dari ilmunya...

Sabtu, 28 Juli 2012

Transformasi Jiwa melalui Puasa

“Konon... puasa di ciptakan agar kita bertakwa... Lha hubungannya lapar dengan bertakwa itu apa..? Dan di bulan ramadhon konon tidak boleh marah, berantem... Apakah karena tidak ada asupan energi membuat kita malas untuk marah dan sifat emosi lainnya..?”

Pertanyaan di atas sering terlontar, akan tetapi karena keimanan kita untuk menjalankan ibadah puasa pertanyaan seperti diataspun tak pernah terucap.

Mari kita tinjau tentang hakikat puasa dan transformasinya terhadap kejiwaan.

Petanya: Sebelum puasa -> Tubuh di dominasi fikiran/aql -> Puasa -> Tubuh phisical istirahat (resesif) -> Ada dominasi spirit -> Spiritual mendominasi tubuh -> Spirit ada "campur tangan" Sang Ruhi -> hasil akhir : ada sifat fitrah /sifat ketuhanan pada jiwa.

Penjelasan: Manusia memiliki kelebihan dibandingkan dengan hewan, disamping kemampuan berfikir manusia juga memiliki kemampuan memilih. Prinsip ini disebut Nafs Al Insanniyat (diri sejati).

Menurut Q.S. Alqiyamah, 75 :14:"Akan tetapi dalam diri manusia ada bashirah (yang tahu)."

Kata bashirah disebut sebagai yang tahu atas segala gerak manusia, sekalipun sangat rahasia . Ia biasa menyebut wujudnya "Aku". Wujud aku memiliki sifat tahu yang memperhatikan dirinya atas perilaku hati, kegundahan, kesenangan, kebaikan, kebohongan dan beberapa kata sifat lainnya. Ia jujur, bersih dan suci, sehingga setan, jin dan manusia tidak bisa menembus alam ini karena sangat dekat dengan Allah. Allah menyebutnya dengan RohKu.

Aktifitas rohani yang diajarkan oleh Allah untuk memperoleh kesejatian ini adalah beribadah puasa. Dalam ibadah ini manusia diwajibkan mengendalikan emosi dan aktivitas keinginan hawa nafsu selama satu bulan di bulan ramadhan. Selama satu bulan penuh menahan rasa dari keinginan syahwati/ragawi, samar-samar akan terjadi proses transformasi kejiwaan yang tadinya emosional berubah menjadi ketenangan, sehingga sang fisik seolah-olah tidak lagi mengikuti Aku (diri sejati). Kondisi itulah yang oleh Allah dikatakan sebagai karunia Lailatul Qadar, dimana manusia yang mencapai kondisi tersebut mampu menmbus seluruh semesta rohani dan berubah menjadi manusia sejati dan fitrah. Keadaan fitrah ini diungkap Al Quran bahwa apabila telah terjadi fitrah pada diri manusia maka sesungguhnya fitrah ini sama dengan Kehendak Allah. Q.S. Arrum, 30:30

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (Tetaplah) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".

Dalam kondisi tersebut manusia mendapat karunia kepatuhan dan ketakwaan, seperti patuhnya alam semesta serta patuhnya tubuh manusia, dimana tak dapat dimengerti kenapa terlahir ke dunia ini, kenapa bisa bernafas tanpa di kontrol/dikehendaki. Hal ini merupakan renungan yang hakiki, kenapa pikiran kita tak sepatuh alam dan tubuh yang diselimuti kekuatan Allah itu..

Setelah ada dominasi Sang Rohku terhadap fisik, maka akan ada perubahan sifat ketuhanan yang labil yang perlu terus dipelihara seusai bulan ramadhan, ibaratnya : pada bulan ramadhan kita merajut benang untuk dijadikan sweater, setelah sweater selesai dibuat maka harus dipelihara, jangan diurai lagi rajutannya..

Sekian semoga membantu, kurang lebihnya saya mohon ma'af yang sebesar2an...

Jumat, 27 Juli 2012

Jangan Berbuka Puasa Dengan Yang Manis

Sebentar lagi kita umat muslim di dunia akan melaksanakan ibadah puasa... sebelumnya aku coba berbagi tulisan yang aku kumpulkan dari berbagi sumber dan semoga bermanfaat buat sahabatQ semua...

Di bulan puasa, sering kita dengar kalimat ‘Berbuka puasalah dengan makanan atau minuman yang manis,’ katanya. Konon, itu dicontohkan Rasulullah saw. Benarkah demikian?

Dari Anas bin Malik ia berkata : “Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud)

Nabi Muhammad Saw berkata : “Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci.”

Nah. Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat kurma, beliau berbuka puasa dengan air. Samakah kurma dengan ‘yang manis-manis’? Tidak. Kurma, adalah karbohidrat kompleks (complex carbohydrate). Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau minuman yang manis-manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan berbuka puasa, adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate).

Darimana asalnya sebuah kebiasaan berbuka dengan yang manis? Tidak jelas. Malah berkembang jadi waham umum di masyarakat, seakan-akan berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang manis adalah ’sunnah Nabi’. Sebenarnya tidak demikian. Bahkan sebenarnya berbuka puasa dengan makanan manis-manis yang penuh dengan gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan.

Dari dulu saya tergelitik tentang hal ini, bahwa berbuka puasa ‘disunnahkan’ minum atau makan yang manis-manis. Sependek ingatan saya, Rasulullah mencontohkan buka puasa dengan kurma atau air putih, bukan yang manis-manis.

Kurma, dalam kondisi asli, justru tidak terlalu manis. Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi tapi berkalori rendah, sehingga tidak menggemukkan. Tapi kurma yang didatangkan ke Indonesia dalam kemasan-kemasan di bulan Ramadhan sudah berupa ‘manisan kurma’, bukan lagi kurma segar. Manisan kurma ini justru ditambah kandungan gula yang berlipat-lipat kadarnya agar awet dalam perjalanan ekspornya. Jadi, kalau mau mengikuti sunnah Rasulullah, sebisa mungkin carilah kurma yang tanpa ditambahkan kandungan gula. Caranya? Nggak tau. Metik dari pohonnya, kali? heheee......

Kenapa berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan?

Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana). Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga makan waktu. Sebaliknya, kalau makan yang manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik, langsung. Bum. Sangat tidak sehat. Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya pelan-pelan.

Mari kita bicara ‘indeks glikemik’ (glycemic index/GI) saja. Glycemic Index (GI) adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh. Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan itu dirubah menjadi gula, dengan demikian tubuh makin cepat pula menghasilkan respons insulin.

Para praktisi fitness atau pengambil gaya hidup sehat, akan sangat menghindari makanan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Sebisa mungkin mereka akan makan makanan yang indeks glikemiknya rendah. Kenapa? Karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Penimbunan lemak tubuh adalah yang paling dihindari mereka.

Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu langsung dibanjiri dengan gula (makanan yang sangat-sangat tinggi indeks glikemiknya), sehingga respon insulin dalam tubuh langsung melonjak. Dengan demikian, tubuh akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak.

Saya pernah bertanya tentang hal ini kepada sahabatku. Kata Beliau, bila berbuka puasa, jangan makan apa-apa dulu. Minum air putih segelas, lalu sholat maghrib. Setelah shalat, makan nasi seperti biasa. Jangan pernah makan yang manis-manis, karena merusak badan dan bikin penyakit. Itu jawaban beliau. Kenapa bukan kurma? Sebab kemungkinan besar, kurma yang ada di Indonesia adalah ‘manisan kurma’, bukan kurma asli. Manisan kurma kandungan gulanya sudah jauh berlipat-lipat banyaknya.

Kenapa nasi? Lha, nasi adalah karbohidrat kompleks. Perlu waktu untuk diproses dalam tubuh, sehingga respon insulin dalam tubuh juga tidak melonjak. Karena respon insulin tidak tinggi, maka kecenderungan tubuh untuk menabung lemak juga rendah.

Inilah sebabnya, banyak sekali orang di bulan puasa yang justru lemaknya bertambah di daerah-daerah penimbunan lemak: perut, pinggang, bokong, paha, belakang lengan, pipi, dan sebagainya. Itu karena langsung membanjiri tubuh dengan insulin, melalui makan yang manis-manis, sehingga tubuh menimbun lemak, padahal otot sedang mengecil karena puasa.

Pantas saja kalau badan kita di bulan Ramadhan malah makin terlihat seperti ‘buah pir’, penuh lemak di daerah pinggang. Karena waham umum masyarakat yang mengira bahwa berbuka dengan yang manis-manis adalah ’sunnah’, maka puasa bukannya malah menyehatkan kita. Banyak orang di bulan puasa justru menjadi lemas, mengantuk, atau justru tambah gemuk karena kebanyakan gula. Karena salah memahami hadits di atas, maka efeknya ‘rajin puasa = rajin berbuka dengan gula.’

Nah, saya kira, “berbukalah dengan yang manis-manis” itu adalah kesimpulan yang terlalu tergesa-gesa atas hadits tentang berbuka diatas. Karena kurma rasanya manis, maka muncul anggapan bahwa (disunahkan) berbuka harus dengan yang manis-manis. Pada akhirnya kesimpulan ini menjadi waham dan memunculkan budaya berbuka puasa yang keliru di tengah masyarakat. Yang jelas, ‘berbukalah dengan yang manis’ itu disosialisasikan oleh slogan advertising banyak sekali perusahaan makanan di bulan suci Ramadhan.

Namun demikian, sekiranya ada di antara para sahabat yang menemukan hadits yang jelas bahwa Rasulullah memang memerintahkan berbuka dengan yang manis-manis, mohon ditulis di komentar di bawah, ya. Saya, mungkin juga para sahabat yang lain, ingin sekali tahu.

Semoga tidak termakan waham umum ‘berbukalah dengan yang manis’. Atau lebih baik lagi, jangan mudah termakan waham umum tentang agama. Periksa dulu kebenarannya. Kalau ingin sehat, ikuti saja kata Rasulullah: “Makanlah hanya ketika lapar, dan berhentilah makan sebelum kenyang.” Juga, isi sepertiga perut dengan makanan, sepertiga lagi air, dan sepertiga sisanya biarkan kosong.

“Kita (Kaum Muslimin) adalah suatu kaum yang bila telah merasa lapar barulah makan, dan apabila makan tidak hingga kenyang,” kata Rasulullah.

“Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam, lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap untuk memperkokoh tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari, cukuplah sepertiga untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya yang bersumber dari Miqdam bin Ma’di Kasib)

Semoga bermanfaat…. Selamat menyambut datangnya bulan RAMADHAN, semoga kita semua diberi kekuatan untuk menjalankan perintah_Nya....

Kamis, 17 Mei 2012

KADO PERNIKAHAN BUAT SAHABAT

Untuk semua yang telah mengikat janji pernikahan. Ingatlah bahwa janji yg kalian ucapkan disaksikan Tuhan. Sekali mengikat janji ada kewajiban yang mengikuti. Kau tak lagi sendiri kini. Kau telah menikahinya. Tidak hanya dirinya, namun juga menikahi keluarganya, masa lalunya, dan masalahnya. Sadarilah bahwa tidak ada di dunia ini yg mudah. Berusahalah menjadi istri/suami yang setia, memegang teguh komitmen pernikahan, dan memenuhi segenap kewajiban.

Tak peduli kenapa alasanmu menikah hari ini, namun camkan baik baik, biduk yg telah kalian putuskan untuk mengayuhnya, harus tetap tegak hingga kematian yang memisahkan. Terimalah pasanganmu apa adanya, berusaha melengkapi kekurangannya. Hapus dan jangan lagi kembali ke masa lalu karena masa lalu hanya asap yg telah berlalu. Jalani yg ada di depanmu sekarang. Kau dan keluarga barumu adalah kenyataanmu sekarang. Lakukan yang terbaik untuk kenyataanmu yg sekarang, karena masamu yg sekarang juga akan menjadi masa depanmu berikutnya.

Mungkin sekali kamu pada akhirnya menemukan hal hal darinya yang kurang berkenan. Mungkin sekali kamu kecewa karena dia tak seperti yang kamu bayangkan. Ketika hal itu terjadi, yang dapat kamu lakukan adalah…. tatap buku nikahmu, baca isinya, agar ingatanmu kembali segar kenapa dulu kamu menikahinya. Tak ada manusia yg sempurna, selama dia setia dan mencukupi kewajibannya tak ada alasan buatmu untuk merasa kecewa.

Belajarlah menjadi anggota keluarga yg bertanggung jawab. Dan jangan lupa persiapkan biduk kalian dengan matang demi menyambut hadirnya sang buah hati. Dia sang malaikat kecil akan menjadi tanggung jawabmu. Kehidupannya, pendidikannya, dan kepribadiannya. Karena kelak di pengadilan akhir pertanggung jawaban sbg orang tua akan diminta Tuhan, bagaimana kalian dulu mendidik dan membesarkan anak anak kalian. Ingat, jangan jadikan anak anak itu korban, mereka tak pernah minta dilahirkan. Kalian yg menghendakinya, maka kalianlah yg sepenuhnya bertanggung jawab atas hidupnya.

Mungkin sekali timbul kebosanan dalam dirimu, tapi sekali lagi selama pasanganmu setia dan memenuhi kewajibannya maka jalanilah komitmenmu. Selamat menempuh gerbang kehidupan baru sahabatku....

Rabu, 25 April 2012

C.I.N.T.A

Cinta dalam Al-Qur’an disebut Hubb (mahabbah) dan Wudda (mawaddah), keduanya memiliki arti yang sama yaitu menyukai, senang, menyayangi. Sebagaimana dalam QS Ali Imran : 14 ” Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan kepada apa2 yang diingini, yaitu : wanita2, anak2, harta yg banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang2 ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (syurga).”

Dalam ayat ini Hubb adalah suatu naluri yang dimiliki setiap manusia tanpa kecuali baik manusia beriman maupun manusia durjana. Sedangkan Wudda (kasih sayang) diberikan Allah sebagai hadiah atas keimanan, amal sholeh manusia, ini merujuk pada QS Maryam : 96 (hehehehe cari sendiri ya…. :) ).

Jadi dijelaskan dalam fil gharibil Qur’an bahwa Hubb sebuah cinta yang meluap-luap, brgejolak. Sedangkan Wudda adalah cinta yang berupa angan2 dan tidak akan teraih oleh manusia kecuali Alah menghendakinya, hanya Allah yang akan memberi cintaNYA kepada hamba yang dikehendakiNYA. Allah yg akan mempersatukan hati mereka. Oleh karena itu teraihnya cinta-wudda pada pasangan itu karena kualitas keimanan ruhani pasangan tersebut.

semakin ia mendekatkan diri kepada sang Maha Pemilik Cinta maka akan semakin besarlah wudda yang Allah berikan pada pasangan tersebut. Cinta inilah yang tidak akan luntur sampai di hari akhir nanti sekalipun maut memisahkannya. Cinta atas nama Allah, mencintai sesuatu/seseorang demi dan untuk Allah.

so... maka aku mencintainya karena Allah, kalaupun nantinya harus pisah InsyaAllah juga karena Allah. aamiin ya Rabb...

Kamis, 15 Desember 2011

UANG

Setelah saya asyik dengan koleksi uang kuno yg saya miliki, saya jadi merenung tentang uang, saya mengambil kesimpulan sederhana, yakni uang bisa memperkaya seseorang. Akan tetapi, sebagaimana ia memiliki dua sisi, ada pula sisi lain dari uang, yakni bisa mempermiskin kemanusiaan seseorang. Manusianya semakin kaya, namun bersamaan dengan itu, kemanusiaannya merosot.

Sila kedua dari Pancasila mengamanatkan “Kemanusiaan yang adil dan beradab.” Hal itu berarti bahwa kita sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan (yang adil dan beradab). Sebagai warga negara Indonesia, kita diharapkan untuk bisa menjadi manusia seutuhnya, yakni manusia yang “berperikemanusiaan.”

Uang, sama seperti produk buatan manusia lainnya, adalah benda yang netral. Ia sudah memiliki kegunaannya sendiri, yakni sebagai alat transaksi. Sebagai benda yang netral, uang bisa dipakai untuk kejahatan maupun kebaikan. Dan sebagaimana benda-benda materi lainnya, uang seharusnya digunakan untuk mendukung kemanusiaan.

Akan tetapi, ada saja orang yang “melanggar batas.” Mereka adalah orang-orang yang “mencintai uang,” dan karena kecintaannya terhadap uang tersebut, melakukan berbagai-bagai kejahatan. Dan apakah kejahatan itu, kalau bukan pengingkaran terhadap kemanusiaan, yang notabene selalu penuh kebaikan?

Demi mendapatkan uang banyak, orang seakan-akan berlomba-lomba korupsi. Berbagai proyek diluncurkan. Nilai proyek sengaja dibuat besar, namun dengan standar kualitas pas-pasan. Harapannya, selisih anggaran bisa “dimainkan.” Kontraktor pun ikut serta dalam pusaran ini. Maka bersepakatlah mereka, membuat proyek-proyek milyaran dengan kualitas ratusan juta. Siapakah yang harus menanggung resikonya,,? Rakyat. Manusia. Rubuhnya jembatan di Tenggarong adalah contohnya.

Demi mendapat “uang rokok,” aparat rela “menjual” kemanusiaan mereka dan menjadi (maaf) “anjing penjaga” perusahaan-perusahaan besar, dan siap “memangsa” siapapun yang mengancam keberadaan majikan mereka. Agar dapat tetap bekerja dan memperoleh gaji, seorang karyawan rela “menjual” kemanusiaannya dan menjadi “pesuruh” perusahaan: memanipulasi angka-angka. Demi mendapatkan uang besar agar bisa menjaga penampilan, seorang mahasiswi rela “menjual” kemanusiaannya kepada pria-pria hidung belang. Manusia yang terhormat terdegradasi menjadi sekedar “boneka seks bernyawa.”

“Cinta uang adalah akar segala kejahatan,” demikian tulis Paulus dalam salah satu suratnya. Jika kita mencintai manusia, maka kita akan menggunakan uang untuk menolong sesama manusia. Sebaliknya, jika kita mencintai uang, maka kita akan memanfaatkan sesama kita untuk memperoleh uang lebih banyak lagi, dan lagi, dan lagi….

Jumat, 09 Desember 2011

AKU BAHAGIA JIKA ENGKAU BAHAGIA... BULLSHIT..!!!!

Dunia terlalu naif memandang kebahagiaan. Begitu banyak pameo bersliweran yang mengatakan "aku bahagia jika engkau bahagia" hahaha... such a lil bullshit...

Bagaimana orang bisa membahagiakan orang lain jika dirinya sendiri jauh dari kata bahagia..?

Yang ada hanyalah keterpura-puraan, full of hipocrity. Bibirnya menyunggingkan senyum simpul sementara hatinya menangis menyisakan lubang menganga.

Kehidupan yang normatif telah mengajarkan kita bagaimana berlaku normal. Di setiap sudut kehidupan selalu ada tatacara dan hukum yang mengaturnya. Di level profesional pun selalu diikat dengan SOP dan kode etik.

Sebagai contoh sederhana di dunia penerbangan misalnya, Ketika kita berpergian dengan pesawat pun, flight attendant selalu melaksanakan SOPnya, memberikan briefing tentang tatacara dan aturan penerbangan. Salah satunya adalah dalam hal jika terjadi turbulensi dimana tekanan kabin mendadak ngedrop sehingga masker oksigen jatuh dari atas. Disitu diperintahkan para orang tua untuk memakai masker oksigen sendiri sebelum membantu memakaikannya pada anaknya.

Salah satu gambaran lagi jika terjadi kondisi pesawat akan mendarat darurat di perairan, maka para pramugari pun mengarahkannya supaya para orang tua mengambil life vest yang ada di bawah kursi untuk dipakainya sebelum dia memakaikan pelampung yang lain untuk anaknya. Pelajaran apa yang bisa kita peroleh di atas? Itu hanyalah hal sederhana dan ma'fum. Kita bisa menolong orang lain, even yang sangat kita cintai hanya jika kita dalam kondisi "SIAP". Sebegitu pula kita bisa membahagiakan orang lain, tatkala kita sendiri sudah "cukup bahagia".

Fenomena menarik yang lain bisa kita dapatkan dari proses terbakarnya lilin. Lilin begitu bodoh (baca : sebagian besar orang "naif" menyebutnya mulia) rela menghanguskan dan menghabiskan dirinya demi menerangi kegelapan disekitarnya. Bukan lah pengorbanan itu berbanding lurus dengan suicide dan kepasrahan yang lemah.

Kebahagiaan adalah bersumber dari diri sendiri. jangan lah sekali-kali kalian menyandarkan kebahagiaan pada yang lain, karena jika demikian maka bersiap-siaplah untuk kecewa, sakit hati dan ditinggalkan. Bahagiakan dirimu dengan menghargai, menghormati, dan mengembangkan diri.

Bahagiakan dirimu, niscaya sinar kebahagiaanmu akan berpendar membahagiakan sekelilingmu...

Minggu, 04 Desember 2011

MANTANKU

Kau tetap yang terindah mantanku… meski senyum itu bukan milikku lagi… namun tetap yang terindah dalam kenangku...

ODOL DAN SIKAT GIGI

Hari ini aku menerima undangan pernikahan yang menurutku cukup unik. Isinya adalah 2 lempengan agak tebal berukuran sedang yang bisa saling bertautan . Berbentuk persegi panjang dan 2 warna. Satu berwarna biru dan yang lain berwarna orange. Lempengan biru bertuliskan tanggal pelaksanaan. Lempengan orange bertuliskan jadwal pelaksanaan pemberkatan nikah dan resepsi. Simple, unik, re-use, dan design yang cukup menarik serta perpaduan warna yang eye catching.... Sangat menggambarkan karakter calon pengantin dalam kesehariannya, yang juga eye catching dan semarak. Hehe.. Selain itu kedua lempengan itu dapat digunakan kembali (re-use) sebagai tempat meletakkan pensil, flash disk, koin dll. Cukup dengan menautkannya saja.

Menarik, karena di sisi yang lain disuguhkan pemandangan yang lucu dan bercerita. Dengan berwarna dasar putih, ada sebuah Sikat Gigi beserta pitanya, Di dekat gambar itu tertulis : “With You, I’m Complete“. Beralih ke lempengan yang satunya, masih berlatar belakang putih, ada sebuah gambar pasta gigi berwarna orange. Tertulis juga : “Committed till the end“. Kalau kedua gambar itu digabungkan menjadi : Akan menikah sepasang Pasta Gigi dan Sikat Gigi dengan tag : “With You I’m Complete, Committed till the end”

Gambaran pernikahan ternyata bisa dianalogikan pada hal-hal yang sangat sederhana sekalipun, seperti menautkan odol dan sikat gigi. Kalau dari undangan yang disajikan, lempengan biru adalah mempelai pria dan lempengan orange adalah mempelai wanita. Mereka berjanji dan berkomitmen satu sama lain. Saling melengkapi dan setia berjanji sampai akhir. Sungguh sebuah janji cinta yang tak bisa dianggap main-main.

Sama juga halnya ketika mereka mengibaratkan bahwa pernikahan mereka itu sama seperti mempertemukan odol dan sikat gigi. Mereka punya tujuan bersama yang diyakini akan berhasil jika mereka melakukannya bersama-sama. Menurutku, mereka tidak main-main memilih menjadi “odol” dan “sikat gigi”. Mereka sangat menyederhanakan diri dan cintanya.

Ada beberapa pasangan lainnya yang mengandaikan pernikahan mereka seperti kapal. Ataupun sebuah tempayan beserta tutupnya. Atau bentuk-bentuk pengandaian lain, misalnya..? Itu bukan pemanis semata, tapi memiliki makna. Filosofinya sama yakni saling melengkapi. Ya, katanya pernikahan itu memang untuk saling melengkapi dengan komitmen sampai akhir.

Ya, komitmen setia sampai akhir. Semoga langgeng....

Sabtu, 03 Desember 2011

wanita begitu rumit untuk dipahami

Suatu malam, ketika sedang berjalan sepanjang pantai Tuban, Jawa Timur, seorang pria menemukan lampu tua yang diletakkan di atas batu. Ketika ia mengambil dan menggosoknya, seorang Jin mendadak muncul.

“Baik, cukup sudah..!!!” bentak Jin itu. “Ini keempat kalinya dalam bulan ini orang menggangguku..!! Aku begitu marah sampai aku hanya akan memberimu satu permintaan bukannya tiga..!!! Jadi ayolah, ayo..!!! Katakan apa yang kau inginkan, dan jangan membuang waktuku seharian..!!!”

Orang itu berpikir cepat, kemudian berkata, “Yah, aku selalu bermimpi untuk pergi ke Kalimantan, tetapi aku takut terbang dan aku cenderung mabuk laut di atas kapal. Bagaimana kalau kau buatkan aku jembatan ke Kalimantan..? Dengan begitu, aku bisa naik mobil ke sana.”

Jin itu tertawa. “Jembatan ke Kalimantan...?! Kau pasti bercanda...? Bagaimana aku bisa mendapat penyangga yang sampai ke dasar Laut...? Itu membutuhkan terlalu banyak baja, dan sangat terlalu banyak beton..!!! itu sama sekali tidak bisa dilakukan...!!!! Pikirkan permintaan lain..!!!!”

Kecewa, pria itu berusaha keras untuk memikirkan permintaan lain. Akhirnya ia berkata, “Baiklah, aku punya keinginan lain. Semua wanita dalam hidupku berkata aku tidak peka... Aku berusaha dan berusaha untuk menyenangkan mereka, tetapi tidak ada yang berhasil... Aku tidak tahu di mana kesalahanku... Satu permintaanku adalah untuk mengerti wanita… tahu bagaimana sebenarnya perasaan mereka ketika mereka membisu padaku… tahu mengapa mereka menangis… tahu apa yang mereka inginkan ketika mereka tidak memberitahu aku apa yang sebenarnya mereka inginkan… aku ingin tahu apa yang membuat mereka benar-benar bahagia...”

Sunyi sejenak, kemudian Jin itu berkata, “Kau mau jembatan itu berjalur dua atau empat...?”

MORAL CERITA: benarkah wanita begitu rumit untuk dipahami..? Sumber dari buku: Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi...

Kamis, 01 Desember 2011

Hari AIDS Sedunia

Hari ini 1 Desember, tanggal yang diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Hari ini diperingati karena untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. Konsep ini digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai program-program untuk Pencegahan AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, AIDS mulai diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi Internasional dan yayasan amal di seluruh dunia. Peringatan ini menggunakan lambang (simbol) Pita Merah dan digunakan secara internasional untuk melambangkan perang terhadap AIDS.

Menurut Wikipedia, AIDS adalah sindrom kumpulan berbagai gejala dan infeksi sebagai akibat dari kerusakan spesifik sistem kekebalan tubuh karena infeksi virus HIV pada manusia, dan virus yang mirip pada spesies lain (SIV, FIV, dan lain-lain). AIDS sendiri merupakan kependekan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome, yang dapat diartikan sebagai sindrom menurunnya kekebalan tubuh. AIDS ini merupakan sindrom yang disebabkan oleh sebuah virus yang dikenal dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus), yang dapat diartikan sebagai virus penurunan kekebalan tubuh pada manusia.

Perpindahan HIV sendiri melalui cairan tubuh. Misalnya melalui hubungan seks (oral/vaginal/anal) tanpa pelindung, menggunakan NARKOBA dengan jarum suntik yang di-share dengan banyak orang, transfusi darah, hubungan ibu dan anak selama kehamilan maupun menyusui, serta kontak cairan tubuh dengan penderita. Perpindahan virus ini datang tanpa disadari, sebab tidak ada gejala yang ekstrim ketika HIV masuk ke dalam tubuh seseorang. Tidak seperti penyakit kulit atau alergi yang langsung terlihat kalau telah terkontaminasi.

Jadi kapan bisa ketahuan? Biasanya ketahuan setelah beberapa saat, ketika penderita mengalami penurunan kekebalan tubuh yang spesifik. Penyebabnya? Bisa saja dari penyakit paling ringan misalnya batuk atau flu. Tetapi batuk dan flu yang berkepanjangan tidak sembuh-sembuh membuka celah untuk penyakit lain masuk ke dalam tubuh penderita. Jika semakin banyak terpapar, maka semakin lemah lah sistem kekebalan tubuh penderita tersebut, dan lama-kelamaan pun meninggal.

Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik seperti demam, keringat (terutama pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, kelemahan, dan penurunan berat badan. Setelah diagnosis AIDS dibuat, rata-rata lama waktu bertahan dengen terapi antiretroviral diperkirakan lebih dari 5 tahun, tetapi karena perawatan baru terus berkembang dan karena HIV terus berevolusi melawan perawatan, perkiraan waktu bertahan kemungkinan akan terus berubah. Tanpa terapi antiretroviral, kematian umumnya terjadi dalam waktu setahun. Kebanyakan pasien meninggal karena infeksi oportunistik atau kanker yang berhubungan dengan hancurnya sistem kekebalan tubuh.

Laju perkembangan penyakit klinis sangat bervariasi antar orang dan telah terbukti dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kerentanan seseorang terhadap penyakit dan fungsi imun perawatan kesehatan dan infeksi lain, dan juga faktor yang berhubungan dengan galur virus. Infeksi oportunistik spesifik yang diderita pasien AIDS juga bergantung pada prevalensi terjadinya infeksi tersebut di wilayah geografis tempat hidup pasien.

Kurangnya pengetahuan tentang AIDS ini, kelompok masyarakat yang terkena virus HIV ini malah dijauhi. Takut ikut kena AIDS adalah alasan yang utama. Kelompok penderita AIDS ini dinamakan ODHA (Orang Dengan HIV / AIDS). Padahal ODHA juga manusiaaa.. Butuh sosialisasi, dan kasih sayang antar manusia. Justru orang-orang ini sebenarnya kita perlu bantu. Sebab hidup mereka sudah tidak lama lagi di muka bumi ini. Kita perlu memberikan mereka kenangan terindah dalam waktu hidup mereka yang menjadi lebih singkat oleh karena AIDS. Bantu mereka melewati separuh sisa hidup tanpa diskriminasi..

Semoga WORLD AIDS 2011 ini menjadi momentum kita akan kesadaran kemanusiaan... Salam...

Kamis, 17 November 2011

Andai Aku Jadi Spongebob squarepants

Seperti Spongebob yang rendah hati
Seperti Spongebob yang rajin
Seperti Spongebob yang tidak pernah marah
Seperti Spongebob yang polos
Seperti Spongebob yang sederhana
Seperti Spongebob yang selalu tersenyum manis…

Ah, aku mau.. Aku mau seperti dia. Tinggal di Kota laut bikini buttom. Sponge kuning yang imut itu membuat keadaan selalu lucu. Menjaga Garry keong kecilnya yang pemalas dengan senang hati. Menyapa Squidward dengan rutinnya walaupun Squidward selalu cuek. Pergi berburu ubur2 dengan Patrick dengan penuh sukacita. Pergi ke sekolah mengemudi Ny. Puff walaupun dia tidak pernah lulus tapi selalu berusaha gak ada matinya. Hebat..!!!!

Selalu tepat waktu pergi kerja ke Krusty Krab untuk membuat krabby patty yang penuh cinta menyapa dahulu spatulanya, penggorengannya, acar2 dan semua pengunjung yang datang. Tidak seperti Squidward yang malah mengantuk saat bekerja selalu telat masuk kerja…

Tersenyum selalu jika dia jadi korban kikir Mr.Krab. Entahlah apa dia tau atau pura2 tidak tau sehingga dia mampu mengalah begitu saja. Atau memang dia sengaja mengalah (oh, baiknya dirimu squarepants)…

Selalu mengerjakan tugas Squidward jika Squid sedang malas, sedang marahan sama Tuan Krab.
Fansnya Mermaidman and Bernacleboy. Ingin menjadi pahlawan kebenaran. Pergi ke pantai bertemu dengan Larry dan berambisi menjadi penjaga pantai. Bisa melihat Plankton yang kecil sekalipun yang lain tidak menghiraukan.

Dia yang polos tapi punya ambisi untuk jadi menarik. Mencari cara untuk supaya lengannya terlihat kekar, membuat orang tertawa dengan cara membuat celananya koyak, dengan mengepel di pentas sehingga semua tepuk tangan.

Oh... Spongebob bawa aku bertamasya ke Bikini buttom biarpun aku tak tau berenang tapi aku yakin aku bisa terbiasa pinjamkan aku pelindung kepala kaca ny Sandy agar aku bisa bernafas. Biarkan aku tinggal dirumah nanasmu, masakkan aku Kraby istimewa buat penggemarmu ini.

Oh, Spongebob. Begitu indahnya hatimu. Two thumbs buat pencipta karaktermu, buat pengisi suaramu, buat penulis ceritamu dan buat Global tv yang memutarmu sehingga diputar di Indonesia kalau tidak, mungkin aku tidak akan pernah menonton film kartu sehebatmu.

Film kartun yang penuh cerita menarik. Aku akan lebih memilih kamu daripada sinetron Indonesia yang bertele2 itu.

I love u Spongebob, semoga kau tak punya ending… ^^

Jumat, 11 November 2011

KUMPULAN MAKNA 11 11 11

Semoga di hari yang membahagiakan ini kita semua dalam keadaan sehat. Semoga pula hari esok lebih baik dari hari ini. Saya pun berdoa semoga kita semua selalu mendapatkan Rahmad dan ampunan dari Allah SWT. Amin.

Sahabat yang berbahagia. Hari ini orang ramai membicarakan tanggal 11-11-2011. Orang biasa menyingkatnya menjadi 11-11-11 agar terlihat menarik dan mengundang orang untuk melihatnya. Ada apa di 11-11-11?

Tanggal 11/11/11 merupakan tanggal cantik kata sebagian orang. Tanggal tersebut menjadi tanggal yang istimewa karena akan terulang per 1000 tahun. Misalnya 11/11/2011 akan terulang lagi pada tahun 11/11/3011 dan seterusnya jika kita ambil 2 digit untuk tanggal, bulan dan tahun.

Oleh karena itu banyak yang menjadikan tanggal 11/11/11 sebagai hari istimewa seperti hari pernikahan, dan event lain sepertin penyelenggaraan Sea Games di Palembang dan pengumuman 7 keajaiban dunia oleh New7Wonders.

Diprovinsi Jatim permintaan pasangan untuk dinikahkan melonjak hingga 300% dari hari biasa sehingga Jadwal petugas nikah bekerja dari pagi hingga malam pada tanggal 11/11/11 (kata berita di Radio).

Penyelenggaraan South East Asean (SEA) Games XXVI akan dibuka pada tanggal 11/11/11 di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang. Tanggal ini dipilih karena keunikan angkanya yang semuanya menunjukkan angka sebelas: 11-11-2011. (koni.or.id)

New7Wonders akan mengumumkan 7 keajaiban baru pada tanggal 11/11/11 dimana salah satunya adalah pulau komodo sebagai kandidat juara. New7Wonders selalu memilih tanggal cantik dalam mengumumkan hasil perolehan suara situs-situs unik dunia. Pada pertama kali penyelenggaraannya 7 keajaban baru versi New7Wonders dilakan pada tanggal 07/07/07(detik.com).

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah tanggal 11/11/11 merupakan hari baik..? Linda Kho seorang praktisi feng shui menyatakan Elemen pada hari itu adalah langit: Logam Yang, bumi: Api Yang. Sebagai hari pernikahan, tanggal 11 November 2011 disimpulkan sebagai hari yang tidak baik, mengingat energi langit konflik dengan energi bumi atau pertentangan antara Logam dan Api.

Pada abad pertengahan, numerologists percaya semua nomor memiliki arti. Dalam kata-kata seorang pakar abad ke-16, Petrus Bungus, angka 11 tidak ada hubungannya dengan hal-hal yang transenden atau mistis (divine things). Karena angka 11 terjebak antara nomor 10 dan 12 yang diyakini sebagai angka istimewa.

“Dengannya angka 11 adalah bermakna kejahatan murni (pure evil), dan mewakili orang-orang berdosa. Artinya, bukan pertanda baik untuk 11 November 2011, tanggal ketika tiga 11 akan menyelaraskan untuk pertama kalinya dalam satu abad”, pendapat Bungus.

Berkaitan dengan pendapat Numerologist tersebut, saat ini ada sebuah film horor yang baru berjudul “11-11-11,” (untuk melihat review dan trailer filmnya klik saja http://www.imdb.com/title/tt1712159/ ). Mengisahkan cerita menakutkan yang akan terjadi pada tanggal ini. Karakter film ini menyebutnya dengan istilah “fenomena 11:11,” kecenderungan untuk melihat jam lebih sering di 11:11 dibandingkan pada waktu hari yang lain. Pada hari kesebelas dari bulan kesebelas tahun kesebelas, gerbang gelap (neraka) akan terbuka dan darah tak berdosa akan tumpah.

Fenomena 11:11 ini memang banyak dibincangkan dalam kehidupan nyata, banyak forum diskusi online yang mencari tahu apa arti dari nomor ini. Orang mengatakan mereka merasa dihantui oleh 11s, yang tampaknya menakutkan bagi mereka. Ada juga yang memaknainya sebagai tanggal yang tampak menyenangkan.

Di sisi lain, beberapa modern numerologists menganggap 11/11/11 menguntungkan, dan menurut sumber-sumber berita lokal di seluruh negeri, banyak pasangan telah merencanakan untuk menikah pada hari ini. Di Jakarta saja, hari ini di Jakarta akan ada 1000 pasangan yang akan menikah. Belum lagi di kota-kota lain.

Selain itu, nomor 11 juga merupakan angka favorit dari penjudi–khususnya pemain blackjack dan Keno.

Adapun pendapat psikolog menyoroti angka ini dengan menyebutnya sebagai kasus klasik dari “apophenia,” atau kecenderungan manusia untuk menemukan makna atau pola dalam data yang terjadi secara acak. Kondisi ini terjadi secara sendirinya, karena ketika kita lebih sadar terhadap sesuatu - seperti memaknai makna 11/11/11 - maka akan semakin sering kita akan melihat dalam dunia di sekitar kita, dan dengan demikian kita semakin yakin bahwa pola tersebut adalah nyata. Persis seperti hantu. Hantu itu tidak ada, tetapi ketika kita yakin, maka akan begitu nampak pada yang meyakininya. Itulah apophenia.

Menurut Alan Lenzi, profesor studi keagamaan di University of the Pacific yang mempelajari naskah-naskah numerologi dari kitab-kitab suci, ia menyebutkan bahwa ini terkait dengan kecenderungan alami manusia dalam mencari makna terhadap sesuatu. “Ilmuwan telah menunjukkan bahwa otak manusia terprogram untuk mencari pola yang bermakna dalam data sensoris yang dikumpulkan dari dunia”. Dalam kebanyakan situasi, aspek kognitif ini membantu kita: memungkinkan kita untuk mengambil informasi penting dari latar belakang angka acak. Tapi kadang-kadang berlebihan dengan mencari pola pada angka-angka. Setelah ditemukan, pola-pola tersebut kemudia dijiwai dengan makna imajinatif.

Peristiwa memaknai angka 11/11/11 juga terjadi pada beberapa tahun lalu yang memakna angka 09/09/09 Kemudian angka 10/10/10 dan terus akan begitu. Mungkin tahun depan akan sama angka 12/12/12. Karena manusia cenderung menemukan makna di balik hal-hal yang menurut manusia unik. Pemaknaan itu wajar sebatas memberikan efek positif. Tetapi jika dikaitkan dengan hal-hal mistis, seperti pendapat para pakar di atas, tidak ada hubungannya sama sekali...

Dari sudut pandang Spiritual, angka 11 ini, sangat unik…
Kalimat Al-Asma’ul Husna terdiri dari 11 huruf Arab. Kalimat ini disebutkan dalam 4 ayat pada 4 surat yang berbeda, yaitu:

1. QS Al-A’raf (7) ayat 180: “Dan Allah memiliki Asma’ul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asma’ul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

2. QS Al Isra’ (17) ayat 110: “Katakanlah (Muhammad), ’Serulah Allah atau serulah Ar Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asma’ul Husna) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam sholat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakanlah jalan tengah di antara kedua itu.”

3. QS Thaha (20) ayat 8, ”(Dialah) Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik.”

4. QS Al-Hasyr (59) ayat 24, ”Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”

Jika nomor surat tadi dijajarkan dengan hasil penjumlahannya, diperoleh kelipatan 11; 7 17 20 59 103 = 11 x 652.005.373 (Note : angka 103 merupakan hasil penjumlahan nomor surat 7 + 17 + 20 + 59).

Demikian juga, jika nomor ayat tersebut di atas dijajarkan dengan jumlah nomornya, didapat : 180 110 8 24 322 = 11 x 16.373.711.302 (Note : angka 322 adalah hasil penjumlahan nomor ayat 180 + 110 + 8 + 24).

Selain itu, di dalam Al Qur’an, kita mengenal surat Muhammad merupakan surah ke-47. Surat ini ternyata memiliki unsur bilangan 11, yaitu 4 + 7 = 11, dan terdiri dari 38 ayat, yaitu 3 + 8 = 11.

Demikian juga dengan surat Al Muddatstsir, yang berhubungan dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW, merupakan surat ke-74, yaitu 7 + 4 = 11, yang terdiri dari 56 ayat, dengan 5 + 6 = 11.

Apakah tanggal 11/11/11 merupakan hari yang istimewa..? Semuanya kembali kepada individu masing-masing dalam menyikapinya, semoga tanggal 11/11/11 menjadi hari yang baik untuk kita semua...

Wallahu a’lamu bisshawab...

*) dihimpun dari berbagai sumber

Selasa, 11 Oktober 2011

Daun Sirsak Vs Kemoterapi: Mengobati Kanker Serviks (Daun Sirsak Lebih Kuat 10.000 Kali daripada Kemoterapi)

‘Selamat ya, sudah hamil.’ Yanti Sumiati bertubi-tubi menerima ucapan itu dari rekan kerja, tetangga, dan saudara pada Mei 2010. Perutnya membesar. Banyak orang menerka ia hamil 5 bulan. Hati Yanti justru remuk redam. Sebab, bukan janin dalam kandungan, tetapi kanker serviks yang merenggut nyawa seorang perempuan setiap 4 menit. Yanti Sumiati mengetahui kanker serviks itu ketika ia memeriksakan diri di sebuah klinik di Surabaya. Bagian bawah perut sakit, ‘Seperti ditusuk-tusuk, nyeri sekali,’ kata perempuan kelahiran Tuban, 20 Agustus 1978 itu. Rasa sakit menjalar ke kaki kiri. Kondisi itulah yang mendorong Yanti bergegas ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dr Slamet Zaeny SpOG, pada 6 Mei 2010.

Dokter yang memindai Yanti menggeleng-gelengkan kepala. ‘Lihat di monitor, kankernya sebesar kepala bayi,’ kata dr Slamet Zaeny SpOG seperti diulangi oleh Yanti. Kadar CA – indikator adanya sel kanker – 113,39 U/ml; normal, kurang dari 35 U/ml. Sambil berbaring, ia memandangi layar pemindai. Dokter menyarankan Yanti menjalani operasi. Namun, anak ke-3 dari 6 bersaudara itu memilih jalan lain. Sebab, sebelum pemeriksaan itu pada April 2008 ia menjalani operasi untuk mengatasi kista. Namun, 2 tahun berselang ia terserang kanker serviks. Gejala munculnya kista sama persis dengan kanker serviks itu. Perempuan 32 tahun itu memilih pengobatan herbal. Ia mendatangi herbalis dan diberi 3 jenis herba dalam kapsul untuk sebulan. Sayang, Yanti yang membayar Rp9-juta tak mengetahui jenis tanaman obat yang ia konsumsi.

Batal operasi

Yanti disiplin mengonsumsi 3 kapsul herba itu 3 kali sehari. Namun, tanda-tanda kesembuhan tak kunjung muncul. Malahan perut kian membesar dan nafsu makan hilang. Dia, itu juga mengalami insomnia dan merasa serbasalah: miring ke kiri sel kanker yang membesar ikut ke kiri, ke kanan, turut ke kanan. Keadaan itu menyebabkan Yanti memutuskan untuk menjalani operasi pada 10 Agustus 2010. Sehari sebelumnya, ia menemui kedua orangtuanya. Ketika itulah Yanti berjumpa dengan tetangganya, pendiri Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ervizal AM Zuhud MS. Zuhud mempunyai informasi tentang khasiat daun sirsak dari beberapa hasil penelitian di mancanegara. Guru besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor itu menyarankan agar Yanti mengonsumsi daun sirsak. Keesokan harinya, Yanti membatalkan operasi dan merebus 10 lembar daun sirsak segar dalam 3 gelas air hingga mendidih.

Setelah rebusan dingin, ia meminumnya. Frekuensi 3 kali sehari masing-masing segelas. Istri Fery Firmansyah itu juga menyantap daging buah sirsak sekali sehari. Ia memotong 4 bagian buah berukuran sedang, bobot 6 – 7 ons. Sepotong buah Annona muricata cukup untuk sehari. Pada 24 Agustus 2010, ia kaget bukan kepalang ketika mudah menarik risleting dan mengancingkan celana. Semula bukan hal gampang untuk mengenakan celana akibat perut yang kian membesar. Ia benar-benar baru sadar bahwa perut mengempis. Pagi itu ia mencoba tidur, tetapi perutnya tanpa gelambir seperti sebelumnya. Ia miring ke kiri dan ke kanan beberapa kali, tetapi tak ada gumpalan dalam perut yang mengikuti gerakan seperti sebelumnya. ‘Saya menangis karena saking senangnya,’ kata perempuan yang menikah pada 2007 itu. Sembuh? Begitulah dugaan Yanti. Sebulan berselang ia menemui dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Hasil pemindaian menunjukkan tak ada lagi berjalan di serviks.

Menurut dokter sekaligus herbalis, dr Willie Japaries MARS, hilangnya sel kanker dari serviks Yanti dapat melalui berbagai jalan seperti luruh bersama urine atau feses. Namun, menurut Yanti selama 14 hari konsumsi daun dan buah sirsak hingga perut mengempis, tak ada perubahan warna atau bentuk feses dan urine. Japaries mengatakan cara lain detoksifikasi adalah melalui keringat. ‘Pikiran saya lepas. Saya senang banget,’ katanya dengan wajah berbinar. Setelah perutnya mengempis, Yanti lahap setiap kali makan sehingga tubuh kian segar. Insomnia juga sirna sehingga kini ia bisa tidur nyenyak. Meski begitu hingga kini ia tetap mengonsumsi segelas rebusan daun sirsak sekali sehari.

10.000 kali

Perubahan kondisi perut yang semula seperti perempuan hamil lalu mengempis hanya dalam 2 pekan itu sangat cepat. Semula Zuhud memprediksi, perubahan itu baru tercapai setelah 3 bulan Yanti rutin mengonsumsi daun kerabat srikaya itu. Prediksi 90 hari itu berdasarkan informasi yang ia peroleh di internet. Yanti Sumiati bukan satu-satunya yang merasakan khasiat daun anggota famili Annonaceae. Contoh lain, Sri Haryanto di Yogyakarta yang mengidap kanker prostat dan Yulisnawati (kanker payudara di Palembang, Sumatera Selatan). Dokter juga menyarankan operasi pada Yulisnawati. Namun, ia lebih memilih mengonsumsi rebusan segelas daun sirsak 3 kali sehari. Dua bulan berselang, kondisi kesehatannya kian membaik. Yulisnawati belum mengecek ulang kondisi kanker. Pada kasus Haryanto, dokter tak menyarankan operasi karena usia pasien lanjut, 70 tahun. Haryanto yang juga herbalis itu mengonsumsi jus buah sirsak (baca: Sirsak Stop Kanker Prostat, halaman 18)

Selain ke-3 jenis kanker – serviks, payudara, dan prostat, daun sirsak juga terbukti secara ilmiah mengatasi antara lain kanker paru-paru, ginjal, pankreas, dan usus besar. Begitulah hasil riset peneliti di Sekolah Farmasi Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, Jerry L McLaughlin. Peneliti yang memperoleh daun sirsak dari Garut, Jawa Barat, itu membuktikan bahwa daun Annona muricata manjur mengatasi 7 sel kanker. Daun sirsak yang selama ini terabaikan itu ternyata mujarab mengganyang sel kanker.
Ada apa di balik itu? Peneliti di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, Prof Soelaksono Sastrodihardjo PhD yang meriset daun sirsak bersama Jerry L McLaughlin menemukan senyawa aktif acetogenins. Mereka melakukan uji praklinis dengan memanfaatkan beragam sel kanker seperti sel kanker paru-paru dan pankreas. ‘Tujuan penelitian, mengembangkan ilmu pengobatan untuk mengatasi kanker,’ kata doktor Biologi alumnusChampaign Urbane University, Amerika Serikat, itu.

‘Acetogenins menghambat ATP (adenosina trifosfat, red). ATP sumber energi di dalam tubuh. Sel kanker membutuhkan banyak energi sehingga membutuhkan banyak ATP,’ kata Sastrodihardjo. Acetogenins masuk dan menempel di reseptor dinding sel dan merusak ATP di dinding mitokondria. Dampaknya produksi energi di dalam sel kanker pun berhenti dan akhirnya sel kanker mati. Hebatnya acetogenins sangat selektif, hanya menyerang sel kanker yang memiliki kelebihan ATP. Senyawa itu tak menyerang sel-sel lain yang normal di dalam tubuh. ‘Acetogenins mengganggu peredaran sel kanker dengan cara mengurangi jumlah ATP.Hal ini yang membuat senyawa dalam daun sirsak dianggap selektif dan hanya memilih sel kanker untuk diserang,’ kata Sastrodihardjo.

Bukan hanya selektif, acetogenins juga dahsyat! The Journal of Natural Product membeberkan riset Rieser MJ, Fang XP, dan McLaughlin, peneliti di AgrEvo Research Center, Carolina Utara, Amerika Serikat, bahwa daun sirsak membunuh sel-sel kanker usus besar hingga 10.000 kali lebih kuat dibanding adriamycin dan kemoterapi. Adriamycin yang mempunyai nama generik doxorubicin merupakan obat untuk mengatasi berbagai jenis kanker seperti leukemia, kanker prostat, kanker paru-paru, dan kanker pankreas. Sedangkan kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan jalan memasukkan zat atau obat yang mempunyai khasiat membunuh sel kanker. Menurut peneliti di Cancer Chemoprevention Research CenterUniversitas Gadjah Mada (CCRC–UGM), Nur Qumara Fitriyah, riset McLaughlin menunjukkan dengan dosis kecil saja, daun sirsak efektif memberangus sel kanker. Berdasarkan riset McLaughlin ED50 ekstrak kasar daun sirsak < 20 µg/ml, sedangkan ED50 senyawa murni cuma < 4 µg/ml. Artinya dengan dosis rebusan 10 – 15 daun sirsak masih aman dikonsumsi.

Menurut Ervizal AM Zuhud penelitian sirsak sempat ditutupi-tutupi selama 10 tahun karena ‘mengancam’ kelangsungan hidup kemoterapi dan industri kimia. Apalagi harga sirsak murah. Hasil penelitian itu, ‘Baru tersebar setelah keluarga dari seorang peneliti mengidap kanker dan mempublikasikan di dunia maya,’ kata kepala Bagian Konservasi dan Keanekaragaman Tanaman, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, itu. Berbagai lembaga riset di tanah air juga mulai menguak rahasia daun sirsak dan kerabatnya. Sekadar menyebut contoh, periset di Pusat Studi Biofarmaka IPB, Prof Dr Latifah K Darusman, hingga kini meriset komponen kimia yang dominan di daun sirsak. Sedangkan peneliti di Universitas Gadjah Mada, Prof Dr Sismindari, meriset khasiat biji dan daun srikaya yang kaya ribosome inactivating protein(RIP). ‘RIP mampu merusak sintesis protein pada sel yang sedang tumbuh sehingga mati,’ kata Sismindari.

Konsumsi daun sirsak bukan hanya untuk para pasien, tetapi juga baik bagi orang sehat. Menurut Ervizal AM Zuhud, kasiat daun sirsak bagi orang sehat, ‘Menambah kekebalan tubuh dan mencegah asam urat. Bagi pria, daun sirsak menambah jumlah dan memperkuat sperma.’ Di Indonesia kini para dokter dan herbalis meresepkan daun sirsak kepada para pasien. Ada yang meresepkan secara tunggal – hanya daun sirsak, tetapi ada pula yang meracik kombinasi daun sirsak dengan herbal lain seperti rimpang temu putih dan sambiloto. Mereka meresepkan daun sirsak antara lain untuk mengatasi beragam kanker. Herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana meresepkan daun atau buah sirsak terutama sebagai pengganti kemoterapi pada pasien kanker. ‘Khasiat daun atau buah sirsak itu untuk mengeliminasi radikal bebas, mengeringkan sel kanker, menyembuhkan peradangan di dalam tubuh, dan terutama meningkatkan stamina pasien agar tubuh tidak lemah,’ kata Lina Mardiana. Para dokter dan herbalis seperti Valentina Indrajati di Bogor, Jawa Barat, memilih daun yang sedang – tak terlalu tua dan tak terlampau muda. Dari pucuk, kira-kira daun di baris ke-4 hingga ke-6.
Dari pucuk, kira-kira daun di baris ke-4 hingga ke-6. Para herbalis meresepkan daun sirsak bukan melulu untuk mengatasi sel kanker. Herbalis di Gegerkalong, Kotamadya Bandung, Jawa Barat, H Sarah Kriswanty, misalnya, meresepkan daun sirsak untuk mengatasi bronkhitis dan kejang. Sedangkan Lina Mardiana meresepkan daun sirsak untuk pasien yang menderita peradangan, misalnya radang tenggorokan, usus, pencernaan, ambeien (baca: Sentosa Karena Graviola halaman 24).

Menurut dr Willie Japaries MARS yang juga meresepkan daun sirsak, daun Annona muricatabersifat netral sehingga sesuai untuk mengatasi beragam jenis kanker. Herbalis lain yang juga meresepkan daun sirsak antara lain dr Prapti Utami di Jakarta Selatan dan Maria Andjarwati (Kelapagading, Jakarta Utara. Para herbalis dan dokter itu sebagian besar meresepkan daun sirsak baru pada 2 – 4 tahun silam. Pada umumnya mereka tak meracik, tetapi pasien yang menyiapkan sendiri sejak pencarian daun hingga merebus. Harap mafhum hingga saat ini di pasaran belum tersedia ekstraksi daun sirsak dalam kapsul seperti kapsul bermerek Graviola yang beredar di mancanegara. Oleh karena itu, mereka mempersiapkan sendiri. Pasien yang belum memiliki pohon biasanya membeli bibit sirsak. Dampaknya permintaan bibit juga meningkat. Produsen bibit buah-buahan di Pontianak, Kalimantan Barat, Simbul Haryadi mengatakan permintaan bibit sirsak pada September 2010 mencapai 400 bibit. Padahal, biasanya hanya 10 bibit per bulan. ‘Stok bibit di kebun sampai habis, sekarang saya sedang memperbanyak lagi,’ kata Haryadi.

Begitu juga permintaan di nurseri Tebuwulung milik Eddy Soesanto di Cijantung, Jakarta Timur, yang mencapai 600 – 700 bibit per bulan. Lonjakan permintaan signifikan itu terjadi dalam 4 bulan terakhir. Produsen bibit buah di Bogor, Jawa Barat, Syahril sama juga. Permintaan bibit durian belanda itu fantastis, sejak Agustus 2010 mencapai 3.000 – 5.000 tanaman per bulan; sebelumnya, 500 bibit per bulan. Harga bibit setinggi 40 – 50 cm di berbagai penangkar Rp20.000 – Rp30.000. Menurut para penangkar tingginya permintaan bibit sirsak berkaitan dengan pemanfaatan daun atau buah sebagai obat tradisional. Benar kata Yeni Sumarni yang juga mengonsumsi daun sirsak, ‘Obat kanker itu ternyata murah meriah, kita tak perlu mengeluarkan uang jutaan rupiah.’

Pada hari pertama konsumsi rebusan daun sirsak, Yanti Sumiati tak merasakan perubahan berarti. Baru pada hari ke-2, ia berkeringat dingin. Bagian punggung panas sekali. Ia menggigil. Selain itu perut juga perih. ‘Rasanya saya ingin menyilet perut sendiri dan melihat bagian dalam ada apa sih?’ kata perempuan 32 tahun itu mengenang. Pada hari ke-3 konsumsi, kejadian itu terulang lagi. Punggungnya malah kian panas sehingga Yanti berendam diri di bak mandi untuk meredakannya.
Yulisnawati di Palembang, Sumatera Selatan, yang mengidap kanker payudara dan mengonsumsi daun sirsak mengalami hal sama. Ia merasakan panas dan nyeri di bagian payudara. Herbalis di Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati (46 tahun), menemukan fakta serupa. Banyak pasiennya yang menghubungi Valentina pada hari ke-2 atau ke-3 pascakonsumsi daun sirsak. Mereka mengeluhkan panas dingin seperti keluhan Yanti. ‘Tapi tak semua pasien begitu, pada umumnya pasien-pasien kanker,’ kata herbalis yang meresepkan daun sirsak sejak 2006 itu. Pasien nonkanker tak menghadapi keluhan seperti itu.

Menurut pendiri Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ervizal AM Zuhud MS, tubuh panas dingin merupakan indikasi obat sedang bereaksi. Oleh karena itu ia menyarankan agar pasien meneruskan konsumsi daun sirsak. Pada hari ke-3 hingga kini, gejala seperti itu tak pernah muncul. Herbalis lain, Lina Mardiana juga mendapat laporan serupa dari para pasien. Untuk mengatasi hal itu, Mardiana menyarankan agar mereka merebus agar-agar hingga mendidih dan meminumnya ketika dingin. Panas dingin itu hanya berlangsung 2 hari. Pada hari-hari berikutnya pasien akan merasa nyaman..

Dihimpun dari berbagai Sumber....
Semoga Bermanfaat...