*
Sesuatu yang akan selalu aku dapatkan setiap menatap selembar senyumu yang tergeletak diantara pintu waktu dan ruang imajinasiku yang buta, adalah kata “aku sangat menyayangimu”
*
Aku akan hidup untuk setiap permintaanmu
Aku akan selalu berdiri berkalang hari, dan mengambil saripati dunia untukmu
Andai yang setangkup aku berikan, tak cukup untukmu
Maka besok akan kuambil lebih banyak, untuk kata puasmu
*
Telah cukup bagiku kebisuan malam, saat tanpamu
Rindu menjadi seperti racun, dan semacam duri dalam campuranya
Meremah naluri dan memecahkan hati, kosong, sepi, hancur dan beku
*
Aku terbenam jauh dalam fikiran-fikiran dan renungan-renungan terus berusaha memahami makna kecupan alam dan puisi-puisi malam ketika namamu menjadi sajak yang terus memberikan kata-kata yang sulit kupahami.
*
Inilah cinta yang sedang kurasakan
yang menjadi tanda titik setelah mengganti tanda koma, tanda tanya, dalam hidupku
*
Penembang-penembang kidung lara hati telah aku mohon untuk berhenti bernyanyi, karena sejuta peri-peri cinta sudah memainkan harpa-harpanya, inilah Shautud Dhlomiir (Suara Hati)
Al Mutaqsidah terindah, demi penghambaan yang agung
*
Elegi-elegi pahit dan romansa-romansa hitam yang dulu memulas awan hidupku, berlalulah, karena cinta sudah mengguratkan penanya dihati dan wajahku, memahat nuraniku menjadi sukacita yang panjang, sudah kutuwai semuanya dalam lingkarang Mahabbah Illallah.
*
Untuk seteguk cinta aku akan selalu tersenyum, demi setangkup rindu aku akan selalu berharap ini indah, untuk sehembus angin cinta yang menyurutkan air mata, dan mengganti dukalara menjadi sukacita, aku akan selalu sadar dan diatas syahadat-Mu yang suci sungguh “Aku teramat mencintaimu”
Demi Kehidupan, demi ASHAUTUD DLOMIR (Suara Hati).
Sabtu, 04 Desember 2010
Fiil-Ardh’i Wa Sammawath
*
Kau mengukir pada hatiku yang paripurna
Agar Cinta-Mu mencukupi segalanya
Masih kuambil ciuman itu dari Bibir-Mu
Jika Ke-illahian-Mu pernah ditanyakan dalam keraguan separuh manusia
Merekalah yang tak mengerti tentang cinta-Mu
*
Biarkanlah lagu itu aku nyanyikan
Lagu yang pernah Kau Bisikan pada Al-Hallaj
Kau titipkan syairnya pada Abu Sa’id
Yang tersering ditembangkan Rumi
Lalu kami saling Sama” bersama larut dalam syair dan nyanyian itu
*
Kepada-Mu semua hati ini berlanjut
Di Langit Kau rajut, di Bumi Meyambut
Garuhlah kegundahanku dengan Tangan-tangan-Mu yang lembut
Anggur itu pada hatiku, adalah tanda cinta-Mu
*
Dalam perjalanan cinta ini, di Langit dan Bumi
Kezuhudan dalam tarian yang tak pernah kumengerti
Atau Tarikan nafas dari do’a kami
yang selalu jatuh diatas hariba’an-Mu
*
Perundingan dibawah bumi yang paling Mulia adalah yang ditengahnya menceritakan Ke-Esa-anMu
Sedangkan semua cinta ini masih milik hati yang satu
dan segala Pelukan-Mu, akan kami damba selalu
Dalam perjalanan cinta ini...
Fiil Ardhi Waa Sammawath (Di Langit dan Bumi)
Hanya mengharapkan satu Cinta-Mu..
Kau mengukir pada hatiku yang paripurna
Agar Cinta-Mu mencukupi segalanya
Masih kuambil ciuman itu dari Bibir-Mu
Jika Ke-illahian-Mu pernah ditanyakan dalam keraguan separuh manusia
Merekalah yang tak mengerti tentang cinta-Mu
*
Biarkanlah lagu itu aku nyanyikan
Lagu yang pernah Kau Bisikan pada Al-Hallaj
Kau titipkan syairnya pada Abu Sa’id
Yang tersering ditembangkan Rumi
Lalu kami saling Sama” bersama larut dalam syair dan nyanyian itu
*
Kepada-Mu semua hati ini berlanjut
Di Langit Kau rajut, di Bumi Meyambut
Garuhlah kegundahanku dengan Tangan-tangan-Mu yang lembut
Anggur itu pada hatiku, adalah tanda cinta-Mu
*
Dalam perjalanan cinta ini, di Langit dan Bumi
Kezuhudan dalam tarian yang tak pernah kumengerti
Atau Tarikan nafas dari do’a kami
yang selalu jatuh diatas hariba’an-Mu
*
Perundingan dibawah bumi yang paling Mulia adalah yang ditengahnya menceritakan Ke-Esa-anMu
Sedangkan semua cinta ini masih milik hati yang satu
dan segala Pelukan-Mu, akan kami damba selalu
Dalam perjalanan cinta ini...
Fiil Ardhi Waa Sammawath (Di Langit dan Bumi)
Hanya mengharapkan satu Cinta-Mu..
Sabtu, 20 November 2010
AMBIL SEJUMPUT RAYUKU DAN JADIKAN ANTING DITELINGAMU
hai non....
ambil sejumput rayuku jadikan anting ditelingamu…
tetaplah disamping…
karna kau takkan terkesampingkan…
apa yg kau takutkan dari pencarianku kedepan…?
bukankah tetap untukmu yg disamping…
bukankah masih juga untuk menemukanmu berada samping…?
aku hanya tak ingin menjadi kafir dengan mengingatmu…
melebihi 5 waktu yang diminta Tuhan…
untuk itu dikau kuataruh disamping…
hingga tak perlu lagi diri membayangkanmu…
cukup kugenggam jemari karna kau tepat disamping…
jadilah pembantu hatiku…
karena disana singgasana Tuhan…
doaku ribuan tahun taK akan bersambung…
jika engkau tak berbisik hal yg sama dihatiku…
karna kau ada bersama Tuhan…
karna engkau lebih disayang Tuhan…
semenjak menghuni hatiku…
simpan sejumput rayuku jadikan anting ditelingamu…
ambil sejumput rayuku jadikan anting ditelingamu…
tetaplah disamping…
karna kau takkan terkesampingkan…
apa yg kau takutkan dari pencarianku kedepan…?
bukankah tetap untukmu yg disamping…
bukankah masih juga untuk menemukanmu berada samping…?
aku hanya tak ingin menjadi kafir dengan mengingatmu…
melebihi 5 waktu yang diminta Tuhan…
untuk itu dikau kuataruh disamping…
hingga tak perlu lagi diri membayangkanmu…
cukup kugenggam jemari karna kau tepat disamping…
jadilah pembantu hatiku…
karena disana singgasana Tuhan…
doaku ribuan tahun taK akan bersambung…
jika engkau tak berbisik hal yg sama dihatiku…
karna kau ada bersama Tuhan…
karna engkau lebih disayang Tuhan…
semenjak menghuni hatiku…
simpan sejumput rayuku jadikan anting ditelingamu…
SEBUAH JANJI
aku tak ingin menjadi mtahari,
yang hanya bisa memberimu cahaya dari kejauhan
dan akan membakarmu bila aku mendekat...
aku tak ingn menjdi bunga
yang hanya bisa mengharumkanmu saat aku mekar
dan kemudian layu kala kamu petik...
tapi aku akan menjadi udara,, yg akan selalu ada di sisimu
dan dalam setiap tarikan nafasmu...
aku tak ingin menjadi bintang
yang hanya akan menerangi langkahmu saat malam datang
dan lenyap bila pagi menjelang...l
aku tak ingn menjadi kumbang
yang hanya bisa menghisap sari mu
dan akan pergi ketika kamu layu...
tapi aku akan menjadi darah
yang akan selalu mengalir dalam tubuhmu
dan tak akan berhenti hingga nanti kau mati..
aku akan selalu menemani alngkahmu dalam suka & duka mu...
yang hanya bisa memberimu cahaya dari kejauhan
dan akan membakarmu bila aku mendekat...
aku tak ingn menjdi bunga
yang hanya bisa mengharumkanmu saat aku mekar
dan kemudian layu kala kamu petik...
tapi aku akan menjadi udara,, yg akan selalu ada di sisimu
dan dalam setiap tarikan nafasmu...
aku tak ingin menjadi bintang
yang hanya akan menerangi langkahmu saat malam datang
dan lenyap bila pagi menjelang...l
aku tak ingn menjadi kumbang
yang hanya bisa menghisap sari mu
dan akan pergi ketika kamu layu...
tapi aku akan menjadi darah
yang akan selalu mengalir dalam tubuhmu
dan tak akan berhenti hingga nanti kau mati..
aku akan selalu menemani alngkahmu dalam suka & duka mu...
Kamis, 18 November 2010
Al-Habibbah An-Nafaa
“Sudahlah tutup saja, cukuplah... kubuang semua, segala pengharapan, semua keinginan”
* Aku titipkan semua air mataku pada hujan
sekarang angin menggiringnya menuju samudra luas
kekasih ketahuilah semua penderitaanku
aku terjatuh apa kau pun merasakanya...
* Semenit yang lalu suara berlalu “Maafkan aku”
ucapanmu itu jatuh berulang kali dari bibir yang kau anggap seperti scawan anggur untuk menenangkanku, tapi semakin kau mengatakanya kau tak sadar sedang mengirimkanku ke alam gulita yang tak pernah kutahu, semakin dalam.
* Suara yang sama masih mendengung ditelingaku, itulah ucapan “Selamat pagimu” yang menggetarkan seluruh dinding hatiku, sejenak senyum tersungging dibibirku, dan seluruh alam bersaksi dan jiwaku berkata Na’am Ya Allah i’tadzhiru bawaadiul kalimati bi khoiri
* Keramahan dan senyummu yang menariku jatuh jauh kedalam lamunan yang dalam, sedang segala arti perasaan ini menjadi Rahasia-Nya, dalam artian-artian yang sulit aku ingin terlelap lebih dalam lagi dan tak ingin terbangun dari ruang hatimu.
* Tolong mengertilah... aku hanya ingin membaca setiap gelisahmu, saat kau sakit aku ingin merasakan hal yang sama, dan saat kau terbang dengan sayap-sayapmu yang sukacita, aku menatap dengan mata khawatirku dari ujung bumi.
* Semua sederhana bagimu, tapi pengacuhanmu adalah rumus yang aneh dan sulit untuk dinalarkan, kepedulianmu pada rasa sakit yang kurasakan, lebih menyakitkan dari pada batu-batu yang merajam laskar laknat Abu Lahab..
* Kau membuangku jauh dalam jurang-jurang pengacuhan yang gulita, tak satupun hidangan cinta yang kuberikan kau makan, bisakah hatimu merasakan kehancuran ini? sekuncup hati yang telah kuberikan penuh untukmu kau buang jauh dengan “Al Ahsanu, anaa wa antum bi sohiibi faqoth”..
* Tak satupun nada kutemukan untuk kurangkai menjadi lagu untuk menembangkan semua kehancuran ini, pengacuhan ini tak membagikan apapun kecuali kegundahan yang memulas dnding2nya..
* Sampai aku rasakan hidupku benar-benar kosong, sampai pada daun yang jatuh diatas kakiku pun menangis tak berikhwal seperti dulu..
*Apalagi yang hendak kupilih Ya Allah...
syurga mencampakanku atau neraka yang menerimaku dengan penyiksaanya..??
Anaa Al-habibbah Al-Nafaa...
Akulah Kekasih Yang Dibuang...
* Aku titipkan semua air mataku pada hujan
sekarang angin menggiringnya menuju samudra luas
kekasih ketahuilah semua penderitaanku
aku terjatuh apa kau pun merasakanya...
* Semenit yang lalu suara berlalu “Maafkan aku”
ucapanmu itu jatuh berulang kali dari bibir yang kau anggap seperti scawan anggur untuk menenangkanku, tapi semakin kau mengatakanya kau tak sadar sedang mengirimkanku ke alam gulita yang tak pernah kutahu, semakin dalam.
* Suara yang sama masih mendengung ditelingaku, itulah ucapan “Selamat pagimu” yang menggetarkan seluruh dinding hatiku, sejenak senyum tersungging dibibirku, dan seluruh alam bersaksi dan jiwaku berkata Na’am Ya Allah i’tadzhiru bawaadiul kalimati bi khoiri
* Keramahan dan senyummu yang menariku jatuh jauh kedalam lamunan yang dalam, sedang segala arti perasaan ini menjadi Rahasia-Nya, dalam artian-artian yang sulit aku ingin terlelap lebih dalam lagi dan tak ingin terbangun dari ruang hatimu.
* Tolong mengertilah... aku hanya ingin membaca setiap gelisahmu, saat kau sakit aku ingin merasakan hal yang sama, dan saat kau terbang dengan sayap-sayapmu yang sukacita, aku menatap dengan mata khawatirku dari ujung bumi.
* Semua sederhana bagimu, tapi pengacuhanmu adalah rumus yang aneh dan sulit untuk dinalarkan, kepedulianmu pada rasa sakit yang kurasakan, lebih menyakitkan dari pada batu-batu yang merajam laskar laknat Abu Lahab..
* Kau membuangku jauh dalam jurang-jurang pengacuhan yang gulita, tak satupun hidangan cinta yang kuberikan kau makan, bisakah hatimu merasakan kehancuran ini? sekuncup hati yang telah kuberikan penuh untukmu kau buang jauh dengan “Al Ahsanu, anaa wa antum bi sohiibi faqoth”..
* Tak satupun nada kutemukan untuk kurangkai menjadi lagu untuk menembangkan semua kehancuran ini, pengacuhan ini tak membagikan apapun kecuali kegundahan yang memulas dnding2nya..
* Sampai aku rasakan hidupku benar-benar kosong, sampai pada daun yang jatuh diatas kakiku pun menangis tak berikhwal seperti dulu..
*Apalagi yang hendak kupilih Ya Allah...
syurga mencampakanku atau neraka yang menerimaku dengan penyiksaanya..??
Anaa Al-habibbah Al-Nafaa...
Akulah Kekasih Yang Dibuang...
Minggu, 17 Oktober 2010
WANITA, APA YANG KAMU CARI DARI LELAKI
Terkadang saya bingung sendiri kalau memikirkan apa sebenarnya yang dicari para wanita dari seorang lelaki. Banyak yang berpendapat makhluk yang satu ini lebih sering membawa beban masalah bagi kaum wanita ketimbang kebahagiaan… Mereka seenaknya menguasai dunia dan menuntut wanita harus menuruti kehendak mereka yang seringkali semena-mena.
Betapa tidak, kaum adam ini memiliki tiga hal yang kalau terkombinasi menjadi sesuatu yang mengerikan…!
Pertama, kaum lelaki memiliki sifat egois Mereka seperti anak kecil yang maunya menang sendiri, maunya senantiasa diperhatikan atau menjadi pusat perhatian di lingkungan kecil yang mereka kuasai...
Kedua, kaum adam ini punya sifat arogan Mereka adalah makhluk yang tidak mudah menerima dirinya lebih rendah dari lawan jenisnya. Mereka juga tidak bisa menerima ada penantang dan penentang disekitarnya. Kalau ada yang menantang mereka lebih memilih tak meladeninya dan mengabaikannya saja...
Tentunya kita sepakat bahwa kedua sifat diatas, egois dan arogan, adalah sifat buruk dan tak seorangpun yang suka memiliki kawan yang memiliki kedua sifat itu.
Hal ketiga yang dimiliki oleh kaum lelaki adalah otot mereka yang lebih besar dan lebih kuat dibandingkan dengan lawan jenis mereka. Soal berotot ini sebenarnya bisa menjadi hal yang positif, tetapi masalahnya menjadi lain apabila dikombinasikan dengan kedua sifat buruk diatas.
Bayangkan, orang dengan sifat arogan dan egois tetapi memiliki kekuatan yang lebih besar. Tak heran bila hampir di semua masyarakat di berbagai belahan dunia, sistem sosialnya dibangun untuk keuntungan kelompok lelaki. Tentu karena arogansi dan egoistis mereka dengan bermodalkan kekeuatan fisik itulah yang membuat mereka mampu mendikte sistem yang hanya menguntungkan kaumnya.
Egois, arogan dan kuat... wuih, sungguh mengerikan...!!! Itulah sebabnya saya tidak pernah suka dengan lelaki...!!!
Dan, karena itu pula saya sering bingung kok ada wanita yang tergila-gila dengan seorang lelaki. Apa sih yang sebenarnya mereka cari..??
Betapa tidak, kaum adam ini memiliki tiga hal yang kalau terkombinasi menjadi sesuatu yang mengerikan…!
Pertama, kaum lelaki memiliki sifat egois Mereka seperti anak kecil yang maunya menang sendiri, maunya senantiasa diperhatikan atau menjadi pusat perhatian di lingkungan kecil yang mereka kuasai...
Kedua, kaum adam ini punya sifat arogan Mereka adalah makhluk yang tidak mudah menerima dirinya lebih rendah dari lawan jenisnya. Mereka juga tidak bisa menerima ada penantang dan penentang disekitarnya. Kalau ada yang menantang mereka lebih memilih tak meladeninya dan mengabaikannya saja...
Tentunya kita sepakat bahwa kedua sifat diatas, egois dan arogan, adalah sifat buruk dan tak seorangpun yang suka memiliki kawan yang memiliki kedua sifat itu.
Hal ketiga yang dimiliki oleh kaum lelaki adalah otot mereka yang lebih besar dan lebih kuat dibandingkan dengan lawan jenis mereka. Soal berotot ini sebenarnya bisa menjadi hal yang positif, tetapi masalahnya menjadi lain apabila dikombinasikan dengan kedua sifat buruk diatas.
Bayangkan, orang dengan sifat arogan dan egois tetapi memiliki kekuatan yang lebih besar. Tak heran bila hampir di semua masyarakat di berbagai belahan dunia, sistem sosialnya dibangun untuk keuntungan kelompok lelaki. Tentu karena arogansi dan egoistis mereka dengan bermodalkan kekeuatan fisik itulah yang membuat mereka mampu mendikte sistem yang hanya menguntungkan kaumnya.
Egois, arogan dan kuat... wuih, sungguh mengerikan...!!! Itulah sebabnya saya tidak pernah suka dengan lelaki...!!!
Dan, karena itu pula saya sering bingung kok ada wanita yang tergila-gila dengan seorang lelaki. Apa sih yang sebenarnya mereka cari..??
Kamis, 14 Oktober 2010
KESEJAHTERAAN BUKAN ALASAN UNTUK TIDAK PROFESIONAL
Wacana pemberian remunerasi kepada PNS dan bahkan sudah di uji coba di beberapa instansi sepertinya perlu di kaji ulang mengingat selain menambah beban APBN dan juga ternyata pemberian remunerasi tidak selalu berbanding lurus dengan kinerja pegawai yang mendapatkan remunerasi tersebut.
Remunerasi yang secara langsung akan menambah penghasilan PNS yang pastinya akan membuat Animo peminat PNS akan bertambah dari tahun - tahun ini akan secara tidak langsung mempengaruhi psikologis angkatan kerja kita bahwa menjadi PNS menjadi segalanya.
Fenomena menjadi PNS telah melekat di masyarakat kita yang berlomba - lomba mengikuti seleksi menjadi PNS, ini menarik di cermati pemerintah bahwa menjadi PNS dengan segala motivasinya yang melekat pada pribadi masing-masing individu.
Seharusnya pekerjaan PNS dijadikan sarana untuk pengabdian terhadap bangsa dan negara ini. seolah-olah dengan adanya aturan remunerasi PNS baru bekerja keras kalau sudah mendapatkan pendapatan yang besar. padahal mereka seharusnya sebelum mengikuti seleksi secara sadar tahu akan konsekuensi menjadi PNS. Dengan mengetahui konsekuensi menjadi PNS, apakah pantas kesejahteraan menjadi alasan untuk tidak professional..??
Menjadi PNS harus siap menjadi abdi masyarakat, harus siap menjadi pelayan masyarakat, harus siap untuk menjaga segala tingkah laku dan sikap di hadapan masyarakat. Tidak bisa semena-mena dan arogan kepada rakyat ataupun merasa lebih dari masyarakat terutama rakyat kecil.
Menjadi PNS tidak sekedar datang pagi-pagi jam 7 untuk apel pagi lalu nongkrong di warung dan setelah agak siang tidur di mushola dan jam 3 sudah bersiap untuk pulang dan bila diberi pekerjaan memilah milah mana pekerjaan yang ada uangnya dan mana yang tidak.
Sekali lagi bukan itu tujuan menjadi PNS.
Seragam PNS bukan dipakai untuk petentang petenteng. Seragam PNS adalah tanggung jawab besar untuk Negara dan Rakyat yang membayar. Bahkan menjadi Pejabat Birokrasi, semakin tinggi jabatannya berarti semakin besar pelayanan yang diberikan untuk Negara, Masyarakat hingga bawahannya, bukan malah sebaliknya.
Saya menunduk hormat untuk PNS yang bersedia berbakti pada masyarakat, para guru dan tenaga medis di tempat terpencil yang dengan segala keterbatasannya tetap mengabdi untuk masyarakat. Untuk GTT dan PTT yang juga mengabdi penuh pada masyarakat janganlah menjadi PNS menjadi tujuan utama anda, karena niat dan kerja anda yang mulia kelak akan tercoreng pada niat materiil semata. Hati masyarakat yang terbantu oleh pengabdian andalah yang akan selalu membuat anda lebih mulia dan terhormat.
Dari logo KORPRI yang dipakai sebagai lencana didada kiri PNS terdapat satu kalimat yang cukup magis : ABDI NEGARA. Kalimat tersebut ingin menunjukkan bahwa KORPRI adalah wadah dari para pengabdi negara. ABDI NEGARA tidak dapat dipahami hanya sebagai abdi dari pemerintah. PNS perlu memahami bahwa unsur dari negara bukan hanya Pemerintah tapi juga warga negara. Pengertian Abdi Negara bukan berarti kekuasaan tapi malah sebaliknya pelayanan . Pelayanan kepada Negara yang berisi Pemerintah, Warga Negara , Wilayah dan unsur-unsur lainnya.
Tidak ada tempat bagi seorang Abdi Negara, apalagi dalam Negara Kesatuan RI ,untuk menjadi seorang penguasa. Seluruh elemen bangsa ini adalah Abdi Negara. Cerminan yang paling kasat mata adalah refleksi APBN. Elemen bangsa ini harus berbangga karena APBN RI lebih dari 70% telah didanai dari Pajak. Artinya setiap anak bangsa mempunyai peran dan andil dalam membangun Indonesia. Kalau Presiden Soekarno masih hidup beliau pasti bangga , karena bangsa Indonesia telah mandiri.
Hanya saja dalam kaca mata saya, banyak PNS belum memahami arti ABDI NEGARA seutuhnya. Menjadi PNS tidaklah mungkin akan memiliki sebuah Toyota Alphat ataupun unit di Pakubuwono Residence dengan mengharapkan penghasilan dari Negara semata. Begitu pula dengan Pegawai Swasta, untuk mendapatkan hal yang sama mungkin hanya segelintir yang bisa dan itupun sudah menduduki posisi yang strategis dalam perusahaan. Menjadi pengusaha juga butuh waktu untuk mendapatkan kemewahan semua. Karena itu dalam benak PNS dan tentunya dalam benak seluruh elemen bangsa harus dicantumkan dan ditanamkan dalam sanubari bahwa kesejahteraan bersama harus didahulukan tanpa menafikan hasil kerja keras orang yang ternyata lebih baik dari sisi ekonomi.
Saya berharap kesadaran bahwa menjadi ABDI NEGARA bukanlah menjadi penguasa tapi menjadi pelayan. Bangsa ini menanti agar mereka yang diberi kekuasaan bertanggungjawab kepada NEGARA .SEUTUHNYA bukan kepada salah satu unsur negara saja.
Semoga....
Remunerasi yang secara langsung akan menambah penghasilan PNS yang pastinya akan membuat Animo peminat PNS akan bertambah dari tahun - tahun ini akan secara tidak langsung mempengaruhi psikologis angkatan kerja kita bahwa menjadi PNS menjadi segalanya.
Fenomena menjadi PNS telah melekat di masyarakat kita yang berlomba - lomba mengikuti seleksi menjadi PNS, ini menarik di cermati pemerintah bahwa menjadi PNS dengan segala motivasinya yang melekat pada pribadi masing-masing individu.
Seharusnya pekerjaan PNS dijadikan sarana untuk pengabdian terhadap bangsa dan negara ini. seolah-olah dengan adanya aturan remunerasi PNS baru bekerja keras kalau sudah mendapatkan pendapatan yang besar. padahal mereka seharusnya sebelum mengikuti seleksi secara sadar tahu akan konsekuensi menjadi PNS. Dengan mengetahui konsekuensi menjadi PNS, apakah pantas kesejahteraan menjadi alasan untuk tidak professional..??
Menjadi PNS harus siap menjadi abdi masyarakat, harus siap menjadi pelayan masyarakat, harus siap untuk menjaga segala tingkah laku dan sikap di hadapan masyarakat. Tidak bisa semena-mena dan arogan kepada rakyat ataupun merasa lebih dari masyarakat terutama rakyat kecil.
Menjadi PNS tidak sekedar datang pagi-pagi jam 7 untuk apel pagi lalu nongkrong di warung dan setelah agak siang tidur di mushola dan jam 3 sudah bersiap untuk pulang dan bila diberi pekerjaan memilah milah mana pekerjaan yang ada uangnya dan mana yang tidak.
Sekali lagi bukan itu tujuan menjadi PNS.
Seragam PNS bukan dipakai untuk petentang petenteng. Seragam PNS adalah tanggung jawab besar untuk Negara dan Rakyat yang membayar. Bahkan menjadi Pejabat Birokrasi, semakin tinggi jabatannya berarti semakin besar pelayanan yang diberikan untuk Negara, Masyarakat hingga bawahannya, bukan malah sebaliknya.
Saya menunduk hormat untuk PNS yang bersedia berbakti pada masyarakat, para guru dan tenaga medis di tempat terpencil yang dengan segala keterbatasannya tetap mengabdi untuk masyarakat. Untuk GTT dan PTT yang juga mengabdi penuh pada masyarakat janganlah menjadi PNS menjadi tujuan utama anda, karena niat dan kerja anda yang mulia kelak akan tercoreng pada niat materiil semata. Hati masyarakat yang terbantu oleh pengabdian andalah yang akan selalu membuat anda lebih mulia dan terhormat.
Dari logo KORPRI yang dipakai sebagai lencana didada kiri PNS terdapat satu kalimat yang cukup magis : ABDI NEGARA. Kalimat tersebut ingin menunjukkan bahwa KORPRI adalah wadah dari para pengabdi negara. ABDI NEGARA tidak dapat dipahami hanya sebagai abdi dari pemerintah. PNS perlu memahami bahwa unsur dari negara bukan hanya Pemerintah tapi juga warga negara. Pengertian Abdi Negara bukan berarti kekuasaan tapi malah sebaliknya pelayanan . Pelayanan kepada Negara yang berisi Pemerintah, Warga Negara , Wilayah dan unsur-unsur lainnya.
Tidak ada tempat bagi seorang Abdi Negara, apalagi dalam Negara Kesatuan RI ,untuk menjadi seorang penguasa. Seluruh elemen bangsa ini adalah Abdi Negara. Cerminan yang paling kasat mata adalah refleksi APBN. Elemen bangsa ini harus berbangga karena APBN RI lebih dari 70% telah didanai dari Pajak. Artinya setiap anak bangsa mempunyai peran dan andil dalam membangun Indonesia. Kalau Presiden Soekarno masih hidup beliau pasti bangga , karena bangsa Indonesia telah mandiri.
Hanya saja dalam kaca mata saya, banyak PNS belum memahami arti ABDI NEGARA seutuhnya. Menjadi PNS tidaklah mungkin akan memiliki sebuah Toyota Alphat ataupun unit di Pakubuwono Residence dengan mengharapkan penghasilan dari Negara semata. Begitu pula dengan Pegawai Swasta, untuk mendapatkan hal yang sama mungkin hanya segelintir yang bisa dan itupun sudah menduduki posisi yang strategis dalam perusahaan. Menjadi pengusaha juga butuh waktu untuk mendapatkan kemewahan semua. Karena itu dalam benak PNS dan tentunya dalam benak seluruh elemen bangsa harus dicantumkan dan ditanamkan dalam sanubari bahwa kesejahteraan bersama harus didahulukan tanpa menafikan hasil kerja keras orang yang ternyata lebih baik dari sisi ekonomi.
Saya berharap kesadaran bahwa menjadi ABDI NEGARA bukanlah menjadi penguasa tapi menjadi pelayan. Bangsa ini menanti agar mereka yang diberi kekuasaan bertanggungjawab kepada NEGARA .SEUTUHNYA bukan kepada salah satu unsur negara saja.
Semoga....
Langganan:
Postingan (Atom)