Kamis, 31 Desember 2009

CINTANYA ABADI

Terhanyut aku dalam nuansa indah bersamamu
Terlena dalam alunan suara
Tanpa terbersik bayang paras wajahmu
Karna kuterlanjur tertusuk panah asmara

Kini hanya tinggal gerimis rintihan menggores hati
Tak mampu lelapkan semua anganku bersamamu
Dinginnya kehampaan hati
Tak mampu luapkan lara hatiku karenamu
Ku hanya tertunduk, terpaku, terdiam membisu
Memendam sejuta kepedihan hati
Hingga terkubur jauh direlung hati

Kutertegun membaca isyarat lain hati
Secercah sinar cinta
Kini tlah menerangi disudut hati
Tak sanggup cinta sucinya kunodai
Nyatanya cinta sejatiku tlah jauh pergi

Kini sekuntum bunga tersenyum padaku
Bunga Melati
Putih, Tanpa tangkai berduri
Akupun tersenyum karena Cintanya Abadi

MAMPUKAH AKU...???

Mampukah aku melangkahkan kakiku
Saat aku berpapasan denganmu
Mampukah aku berdiri tegak saat kau menghampiriku
Mampukah aku bersua saat kau memandangku

Sanggupkah aku menahan rasa ini
Saat kau menatap mataku
Sanggupkah aku menahan air mataku
Saat ku ingat kau yang tlah menggores luka dihidupku
Karena suatu saat kita pasti bertemu

Oh Tuhan
Andai saat itu tiba, kuatkan aku akan siksa batin ini
Karna ku tak yakin, mampu dan sanggupkah diri ini
Menahan Gejolak hati
Amarah, benci, sakit serta rindu di hati

Ya Tuhan!
Aku berusaha semampuku ’tuk menutup tabir rahasia cinta itu
Tapi sungguh ku tak mampu karena Dia lah Cinta Sejatiku
Dan kini dia tlah pergi dariku
Meski ia masih menyimpan rasa sayang dan cintanya untukku
Namun sampai kapanpun aku dan dia takkan pernah bisa bersatu
Dan kumohon hapuskan rasa ini dari hatiku
Sungguh ku tak mau terpuruk dalam dunia semu

CINTA YANG TAK PASTI

mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti
mungkin aku tak sengaja jg mnykiti
andai aku tau isi hatimu
andai kesempatan itu datang lagi padaku
sekarang mustahil bagiku
bahkan menyentuh bayangmu, aku tak mampu
sekarang aku terpuruk dalam jurang sesalku
dan cinta ni jadi sesak dalam dadaku
aku tau cinta ini sudah tak laku
tapi biarkan cinta ini aku miliki
biarkan cinta ni menjadi bebanku
aku tak peduli
meski menghambat jalanku
aku tau mencintaimu adalah tak pasti

Rabu, 30 Desember 2009

PUISI TAHUN BARU

Tidurlah yang pulas bidadariku
Saat kuganti kalender penanda waktu
pada pagi pertama ditahun baru
ditingkah gerimis yang tak jua usai
dan kerlip kembang api dilangit malam
serta gemuruh petir menggetarkan sukma
Seperti degup jantungku yang mencoba memadamkan gusar
menghadapi hari - hari yang bakal tersingkap satu demi satu dari kalender baru

Mimpilah yang indah bidadariku
Tentang hari-hari berwarna sepanjang tahun
Tentang pelangi yang selalu bertengger anggun di Cakrawala
Tentang para dewi yang menari riang diatas awan
karena aku, akan menjagamu, mengawalmu,
membelaimu dan memelihara mimpimu menjadi nyata
Seperti kemarin, kini dan juga nanti
lalu menyimpan rapi setiap iris kenangan yang menyertainya
dipalung hati paling dalam
dan bukan pada lembar - lembar kalender tua yang teronggok sepi disudut ruang...

Selamat Tahun Baru, bidadariku..
semoga damai bahagia dan sukses menyertaimu...

Senin, 28 Desember 2009

SEPOTONG SENJA DI AKHIR TAHUN

Dalam Diam, kau termangu
Sepotong senja dibatas cakrawala memaku pandangmu
“Di akhir tahun, selalu ada rindu yang luluh disana, sejak dulu”
katamu, pilu...

Terlampau cepat waktu berderak
hingga setiap momen tak sempat kau bekukan dalam hati
tapi tidak untuk ini
selalu ada ruang buatnya disudut sanubari
dimana kangen itu kau kemas
bersama serpihan - serpihan kenangan
yang terserak dan telah kau simpan rapi
pada lanskap langit atau kerlip bintang di bentang lazuardi
hingga ketika saat itu tiba
kau memetiknya satu - satu
dengan asa menyala, juga senyum getir
seraya mengurai lamunan
“Kalau saja mesin waktu bisa diciptakan, selalu
akan ada kesempatan berikut”, igaumu pelan.
Begitu banyak garis batas memuai
saat kau terbuai...

Dan ketika rindu itu terbenam bersama mentari senja,
sekali lagi, setiap waktu di akhir tahun tiba,
kau kembali diam dan termangu dipagut sepi yang menikam
serta sesal tak bertepi...

PUISI AKHIR TAHUN

Napak tilas kehidupan, menempuh alam dunia
Menghabiskan waktu yang tidak lama
Usia bertambah senja tanpa terasa
Semakin dekat, akhir tahun menjelang tiba

Akhir tahun adalah sarana evaluasi
Melihat kualitas hidup dari sisi diri
Menjadi kualitas pribadi yang mandiri
Untuk mencapai prestasi yang hakiki

Era baru datang menyongsong
Persiapkan diri jangan sampai kosong
Jangan mimpi di siang bolong
Perjuangan hidup terus disokong

Patah tumbuh hilang berganti
Semangat bersimpuh tanpa henti
Untuk hidup yang lebih baik & hakiki
Semoga Tuhan YME meridhoi...

Sabtu, 19 Desember 2009

NO LOVE LIKE A MOTHER'S LOVE

There is no love, like a mother's love,
no stronger bond on earth...
like the precious bond that comes from God,
to a mother, when she gives birth...

A mother's love is forever strong,
never changing for all time...
and when her children need her most,
a mother's love will shine...

God bless these special mothers,
God bless them every one...
for all the tears and heartache,
and for the special work they've done.
Be thankful for our mothers,
for they love with a higher love...
from the power God has given,
and the strength from up above.
warmest wishes and have a wonderful special day today like us remembering
what our mother used to say,

Son, what ever will be , will be........