Apakah negeri ini butuh dijajah lagi?
Saat dijajah, semua penduduk negeri bahu membahu bersama penduduklain, saling melindungi dar berbagai macam bahaya, berjuang dengantekad yang bulat untuk sebuah cita2: Kehidupan bebas yang lebih baik.
Apakah negeri ini butuh dijajah lagi??
Saat dijajah, yang kaya merelakan harta benda mereka, berjuangdengan sepenuh hati. Si kuat berjuang membela saudara yang lemah, dansi pandai dengan senang hati membagi ilmu mereka, agar masyarakatmenjadi cerdas.
Apakah negeri ini butuh dijajah lagi?
Saat dijajah, orang2 negeri ini benar2 menunjukkan determinasi yangtinggi meskipun dihimpit oleh keterbatasan, menyelesaikan masalah yangpaling pelik sekalipun dengan kepala dingin, menghargai sesama,bergotong royong, tidak individualistis.
Di kala "merdeka", si kaya menjadi begitu kikir, mengeksploitasi simiskin. Si kuat menindas yang lemah. Si pandai membodohi orang lain.
Di kala "merdeka", masalah sepele saja berujung ribut2, situasi serba pelik.
Di kala "merdeka", penjajahan pun dilakukan oleh orang yang dulu terjajah.
Di kala "merdeka", negeri ini malah dirusak oleh penghuninya sendiri, oleh bermacam macam ketololan dan ketidak pedulian.
Di kala "merdeka",si bodoh pun berlagak pintar, sehingga membuat orang lain tersenyum kecut dan tertawa ironis.
Daendels, JP Coen, van Mook....Bangkitlah dari kubur, agar orang2sekliber Soekarno, Hatta, Nasution, dan jenius jenius baik hati dijaman dahulu juga bangkit dan mengajari penduduk negeri ini,bagaimanakah keadilan sosial itu, bagaimana caranya bermusyawarah yangbaik, bagaimana seharusnya ilmu itu diterapkan, dan bagaimana agarorang2 yang kurang berilmu itu tahu diri, agar tidak menganggap dirinyaberilmu tinggi sehingga mampu berbuat sesuka hati mereka.
Mungkin, ada baiknya jika negeri ini butuh dijajah lagi...
*Hanya renungan anak kampung....
Rabu, 18 Agustus 2010
Jumat, 13 Agustus 2010
SURAT CINTA BUAT CALON ISTRI
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Kepada mu calon istri ku …
Aku ingin menjadi lelaki terkahir dalam hidup mu, menikah adalah keharusan yang harus kita jalani untuk menyempurnakan agama kita, tapi aku tidak mau menikah hanya membuat kufur nikmat kepada-Nya, tak ada keberanian bagiku berjanji untuk mencintaimu sepenuhnya, namun aku berani berjanji untuk selalu belajar mencintaimu seutuhnya, dan merangkaikan cinta sejati yang membuat kita lebih erat dan semakin cinta kepada_Nya. keinginan kuatku untuk hidup bersamamu dengan sempurna. tanpa banyak terkontaminir hal-hal yang menimbulkan perselisihan antara kita..
aku tak berani berjanji membuatmu bahagia selalu, namun aku dapat berjanji untuk selalu ada dalam setiap suasana dan kondisi hatimu. ingin selalu menyediakan pundak dalam kesedihanmu, menjadi obat penenang dalam kegundahanmu, merindangteduhkan senyuman sebagai naungan hati dan jiwamu serta melebarkan pangkuan disaat kelemahanmu. tanpa ego yang menaungi disetiap diri kita, cukuplah kita berdua yang tau keinginan dan kemampuan kita.
melaluimu, terlahirlah parajudin kecil pelengkap hidup, pelipur lara, yang menjadikanku pondasi bangunan nan kokoh dalam pemikiran dan pandangan mereka, serta menjadikanmu madrasah ilmu yang tak ada batasnya.
Seorang wanita, yaitu kamu …
Maafkan aku jika menyakiti mu lewat ucapan atau tingkah ku, bukan untuk ingin melukai perasaan mu, tetapi melainkan hanya keegoisan ku sebagai lelaki, jumawa ku sebagai pendamping mu, dan kesombongan ku sebagai Adam.
Untuk mu, calon istri ku …
Maafkan jika nanti saat meng-Ijab mu aku tidak membuat sesuatu yang istimewa dalam hari istimewa kita, karena dasar ku untuk meng-Ijab mu adalah bukan untuk kenikmatan sesaat tetapi akupun tidak juga ingin melewatkan hari special tersebut. Yang pasti aku akan meniatkan bila saat itu tiba nanti, aku akan meminta semua ciptaan-Nya untuk berseru dan mendoakan untuk Sakinah Warahmah Ma Waddah bagi kita berdua dan untuk keluarga kita berdua. Amin…Amin…Ya Rabbal Alamiin
Wa’alaikumussalam WR WB
Kepada mu calon istri ku …
Aku ingin menjadi lelaki terkahir dalam hidup mu, menikah adalah keharusan yang harus kita jalani untuk menyempurnakan agama kita, tapi aku tidak mau menikah hanya membuat kufur nikmat kepada-Nya, tak ada keberanian bagiku berjanji untuk mencintaimu sepenuhnya, namun aku berani berjanji untuk selalu belajar mencintaimu seutuhnya, dan merangkaikan cinta sejati yang membuat kita lebih erat dan semakin cinta kepada_Nya. keinginan kuatku untuk hidup bersamamu dengan sempurna. tanpa banyak terkontaminir hal-hal yang menimbulkan perselisihan antara kita..
aku tak berani berjanji membuatmu bahagia selalu, namun aku dapat berjanji untuk selalu ada dalam setiap suasana dan kondisi hatimu. ingin selalu menyediakan pundak dalam kesedihanmu, menjadi obat penenang dalam kegundahanmu, merindangteduhkan senyuman sebagai naungan hati dan jiwamu serta melebarkan pangkuan disaat kelemahanmu. tanpa ego yang menaungi disetiap diri kita, cukuplah kita berdua yang tau keinginan dan kemampuan kita.
melaluimu, terlahirlah parajudin kecil pelengkap hidup, pelipur lara, yang menjadikanku pondasi bangunan nan kokoh dalam pemikiran dan pandangan mereka, serta menjadikanmu madrasah ilmu yang tak ada batasnya.
Seorang wanita, yaitu kamu …
Maafkan aku jika menyakiti mu lewat ucapan atau tingkah ku, bukan untuk ingin melukai perasaan mu, tetapi melainkan hanya keegoisan ku sebagai lelaki, jumawa ku sebagai pendamping mu, dan kesombongan ku sebagai Adam.
Untuk mu, calon istri ku …
Maafkan jika nanti saat meng-Ijab mu aku tidak membuat sesuatu yang istimewa dalam hari istimewa kita, karena dasar ku untuk meng-Ijab mu adalah bukan untuk kenikmatan sesaat tetapi akupun tidak juga ingin melewatkan hari special tersebut. Yang pasti aku akan meniatkan bila saat itu tiba nanti, aku akan meminta semua ciptaan-Nya untuk berseru dan mendoakan untuk Sakinah Warahmah Ma Waddah bagi kita berdua dan untuk keluarga kita berdua. Amin…Amin…Ya Rabbal Alamiin
Wa’alaikumussalam WR WB
PUASA HANYA UNTUK PARA PENCINTA SANG PENCIPTA
Hai orang-orang yang beriman,diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al Baqarah : 183)
Puasa yang dalam bahasa Arab disebut shoum mempunyai arti menahan,yaitu menahan diri dan berpantang dari apa saja. Menurut Syara' berarti menahan diri dari segala yang membatalkan puasa sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat khusus.
Dalam keseharian kita terbiasa makan 3 kali sehari ditambah minum dan makanan kecil yang bertujuan untuk bekal energi melakukan berbagai aktivitas. Sebagai manusia kita juga mempunyai berbagai nafsu yang bisa muncul dimana saja dan kapan saja. Ketika berpuasa kita harus menahan semua itu dari terbit fajar hingga matahari terbenam.
Untuk menahan diri dari perkara-perkara yang mengurangi atau bahkan membatalkan puasa,bukan hal yang mudah.
Bahkan kita pun pernah mencari-cari alasan pembenaran untuk tidak berpuasa. Sakit sedikit saja sudah merasa tidak kuat untuk berpuasa. Bepergian jauh meskipun ditempuh hanya beberapa jam dengan naik pesawat serta tidak merasa lelah dan gerah sedikitpun karena senantiasa berada di dalam kendaraan dan ruangan ber-AC juga pernah menjadi alasan kita untuk tidak berpuasa. Atau alasan karena kita seorang pekerja berat yang jika berpuasa tidak akan kuat bekerja.
Allah tentu 'tahu banget' tabiat manusia yang notabene adalah makhluk ciptaan-Nya yang 'tidak begitu suka disuruh bersusah-susah' seperti berpuasa. Untuk itu Allah mewajibkan puasa hanya untuk orang-orang yang beriman yang berpuasa tanpa merasa berat atau terpaksa, sekedar untuk memenuhi kewajiban.
Orang-orang yang beriman tentu orang-orang yang sangat mencintai Allah 'Sang Pencipta'. Mereka berpuasa karena mereka menyadari puasa bukan sekedar kewajiban manusia atas Tuhannya, puasa bukan untuk Allah. Tapi untuk kepentingan diri kita sendiri karena Allah adalah Dzat yang tidak memerlukan apapun dari makhluknya.
Mereka memahami bahwa puasa adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada kita untuk berproses supaya menjadi orang-orang yang bertakwa yang selalu berbuat kebaikan di muka bumi ini,memberi manfaat bagi siapa pun serta mampu mengendalikan diri untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak diridloi Allah.
Semoga kita termasuk orang-orang beriman yang mencintai Sang Pencipta. Semoga puasa kita dapat menjadikan kita menjadi orang yang bertakwa.
Selamat menunaikan ibadah puasa Romadlon 1431 H.
Puasa yang dalam bahasa Arab disebut shoum mempunyai arti menahan,yaitu menahan diri dan berpantang dari apa saja. Menurut Syara' berarti menahan diri dari segala yang membatalkan puasa sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat khusus.
Dalam keseharian kita terbiasa makan 3 kali sehari ditambah minum dan makanan kecil yang bertujuan untuk bekal energi melakukan berbagai aktivitas. Sebagai manusia kita juga mempunyai berbagai nafsu yang bisa muncul dimana saja dan kapan saja. Ketika berpuasa kita harus menahan semua itu dari terbit fajar hingga matahari terbenam.
Untuk menahan diri dari perkara-perkara yang mengurangi atau bahkan membatalkan puasa,bukan hal yang mudah.
Bahkan kita pun pernah mencari-cari alasan pembenaran untuk tidak berpuasa. Sakit sedikit saja sudah merasa tidak kuat untuk berpuasa. Bepergian jauh meskipun ditempuh hanya beberapa jam dengan naik pesawat serta tidak merasa lelah dan gerah sedikitpun karena senantiasa berada di dalam kendaraan dan ruangan ber-AC juga pernah menjadi alasan kita untuk tidak berpuasa. Atau alasan karena kita seorang pekerja berat yang jika berpuasa tidak akan kuat bekerja.
Allah tentu 'tahu banget' tabiat manusia yang notabene adalah makhluk ciptaan-Nya yang 'tidak begitu suka disuruh bersusah-susah' seperti berpuasa. Untuk itu Allah mewajibkan puasa hanya untuk orang-orang yang beriman yang berpuasa tanpa merasa berat atau terpaksa, sekedar untuk memenuhi kewajiban.
Orang-orang yang beriman tentu orang-orang yang sangat mencintai Allah 'Sang Pencipta'. Mereka berpuasa karena mereka menyadari puasa bukan sekedar kewajiban manusia atas Tuhannya, puasa bukan untuk Allah. Tapi untuk kepentingan diri kita sendiri karena Allah adalah Dzat yang tidak memerlukan apapun dari makhluknya.
Mereka memahami bahwa puasa adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada kita untuk berproses supaya menjadi orang-orang yang bertakwa yang selalu berbuat kebaikan di muka bumi ini,memberi manfaat bagi siapa pun serta mampu mengendalikan diri untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak diridloi Allah.
Semoga kita termasuk orang-orang beriman yang mencintai Sang Pencipta. Semoga puasa kita dapat menjadikan kita menjadi orang yang bertakwa.
Selamat menunaikan ibadah puasa Romadlon 1431 H.
Jumat, 06 Agustus 2010
YANG KURINDU ITU KAMU
seringkali ada nyanyian melengking dikedalaman rumahku
lalu suaranya menyeruak keluar lewat jendela kamar yang tertutup tirai
bahkan pernah juga ada semburat merah mawar yang mengilap di lantai
atau bulan terendam separuh badan di laut rumahku ketika langit terbelah
lalu terhampar aneka permadani dengan bidadari cantik menari di atasnya
gelang-gelang emas bergemerincingan di kaki mereka
seorang di antaranya mendekatiku
menjulurkan tangannya yang lembut mengajakku menari
nafasku tersengal ketika dadaku menyentuh payudaranya yang putih lembut
rambutnya bau kesturi
keringatnya adalah minyak zaitun
dia mengantarku ke permadani beludru
membiarkanku tergolek menghela nafas panjang sekali
pernah juga ada nyanyian rumput hijau
kelepak burung-burung
atau desir angin pegunungan membawa serpihan kapas
seserpih lalu seserpih lagi kemudian seserpih lagi
membentuk lukisan di pigura emas di dinding kamar
wajah bidadari yang tersipu malu
kainnya tersibak paha putihnya bersinar
ia bersembunyi di balik selimut lalu merengkuh perutku
tapi...
yang selalu aku nantikan adalah kamu
bukan bidadari-bidadari yang menebar birahi
karena ketika kamu datang,
wangi kesturi pun hilang
minyak zaitun tak lagi berguna
pigura emas tak lagi punya harga
payudara dan paha putih bidadari tak mampu memancing birahi
semua tenggelam dalam kamu
bahkan diriku pun tak dapat kutemukan...
lalu suaranya menyeruak keluar lewat jendela kamar yang tertutup tirai
bahkan pernah juga ada semburat merah mawar yang mengilap di lantai
atau bulan terendam separuh badan di laut rumahku ketika langit terbelah
lalu terhampar aneka permadani dengan bidadari cantik menari di atasnya
gelang-gelang emas bergemerincingan di kaki mereka
seorang di antaranya mendekatiku
menjulurkan tangannya yang lembut mengajakku menari
nafasku tersengal ketika dadaku menyentuh payudaranya yang putih lembut
rambutnya bau kesturi
keringatnya adalah minyak zaitun
dia mengantarku ke permadani beludru
membiarkanku tergolek menghela nafas panjang sekali
pernah juga ada nyanyian rumput hijau
kelepak burung-burung
atau desir angin pegunungan membawa serpihan kapas
seserpih lalu seserpih lagi kemudian seserpih lagi
membentuk lukisan di pigura emas di dinding kamar
wajah bidadari yang tersipu malu
kainnya tersibak paha putihnya bersinar
ia bersembunyi di balik selimut lalu merengkuh perutku
tapi...
yang selalu aku nantikan adalah kamu
bukan bidadari-bidadari yang menebar birahi
karena ketika kamu datang,
wangi kesturi pun hilang
minyak zaitun tak lagi berguna
pigura emas tak lagi punya harga
payudara dan paha putih bidadari tak mampu memancing birahi
semua tenggelam dalam kamu
bahkan diriku pun tak dapat kutemukan...
RINDU RAMADHAN
Berdoa semoga ditemukan kembali dengan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat dan dapat laksanakan ibadah puasa, qiyamullail dan dengan berharap semoga diterima oleh Allah...
اللهم بارك لنا فى رجب وشعبان وبلغنا رمضان
” Ya Allah berkatilah kami pada bulan Rejab dan Syaaban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan"
Semoga kita semua mendapatkan kesempatan Ramadhan dengan semangat cinta kepada Allah, mari kita persiapkan diri sebelum TAMU AGUNG datang...
HAL-HAL YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN MENJELANG RAMADHAN
(Satu)Disunnahkan untuk lebih sungguh-sungguh menghitung Bulan Sya’ban. Sudah seharusnya bagi kaum muslimin untuk membiasakan diri menghitung bulan Sya’ban dalam rangka mempersiapkan masuknya bulan Ramadhan karena hitungan hari dalam sebulan dari bulan-bulan hijriyyah adalah 29 atau 30 hari. Sebagaimana hadits ‘Aisyah , bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:
كَانَ رَسُولُ اللهِ ?يَتَحَفَّظُ مِنْ هِلاَلِ شَعْبَانَ مَا لاَ يَتَحَفَّظُ مِنْ غَيْرِهِ ثُمَّ يَصُومُ لِرُؤْيَةِ رَمَضَا
”Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersungguh-sungguh menghitung bulan Sya’ban melebihi kesungguhannya di selain Sya’ban. Kemudian beliau shaum setelah melihat hilal Ramadhan. (Shahih Sunan Abi Dawud hadits no. 2325, karya Asy-Syaikh Al Albani).
(Dua) Menentukan Masuknya Bulan Ramadhan Dengan Ru’yatul Hilal. Penentuan mulai masuknya bulan Ramadhan dilakukan dengan cara ru’yatul hilal, yakni melihat bulan terbit sebagai tanda dimulainya awal bulan hijriyah. Apabila terhalangi oleh mendung atau yang semisalnya, maka caranya ialah dengan melengkapkan bilangan hari dalam bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Hal ini sesuai dengan hadits Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِينَ َ
“Bershaumlah berdasarkan ru’yatul hilal dan berharirayalah berdasarkan ru’yatul hilal. Jika terhalangi oleh mendung (atau semisalnya) maka genapkanlah bilangannya menjadi 30 hari.” (HR. Al-Bukhari)
Adapun hadits lain yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar :
فَإِنْ أُغْمِيَ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ
“…maka iika terhalangi, ‘perkirakanlah”...
makna dari kata “perkirakanlah” dalam hadits ini telah diterangkan Rasulshallallahu ‘alaihi wasallam sendiri pada hadits yang sebelumnya, yaitu;
(فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلاَثِيْن) atau (فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِيْنَ )
“Maka lengkapilah bilangannya menjadi 30 hari” atau “lengkapi bilangan Sya’ban menjadi 30 hari”. (HR. Al-Bukhari)
Marhaban ya Ramadhan, mohon maaf buat semua salah ya sobat... semoga kita bertemu bulan penuh berkah...
Insya Allah...
Amiinn....
اللهم بارك لنا فى رجب وشعبان وبلغنا رمضان
” Ya Allah berkatilah kami pada bulan Rejab dan Syaaban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan"
Semoga kita semua mendapatkan kesempatan Ramadhan dengan semangat cinta kepada Allah, mari kita persiapkan diri sebelum TAMU AGUNG datang...
HAL-HAL YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN MENJELANG RAMADHAN
(Satu)Disunnahkan untuk lebih sungguh-sungguh menghitung Bulan Sya’ban. Sudah seharusnya bagi kaum muslimin untuk membiasakan diri menghitung bulan Sya’ban dalam rangka mempersiapkan masuknya bulan Ramadhan karena hitungan hari dalam sebulan dari bulan-bulan hijriyyah adalah 29 atau 30 hari. Sebagaimana hadits ‘Aisyah , bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:
كَانَ رَسُولُ اللهِ ?يَتَحَفَّظُ مِنْ هِلاَلِ شَعْبَانَ مَا لاَ يَتَحَفَّظُ مِنْ غَيْرِهِ ثُمَّ يَصُومُ لِرُؤْيَةِ رَمَضَا
”Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersungguh-sungguh menghitung bulan Sya’ban melebihi kesungguhannya di selain Sya’ban. Kemudian beliau shaum setelah melihat hilal Ramadhan. (Shahih Sunan Abi Dawud hadits no. 2325, karya Asy-Syaikh Al Albani).
(Dua) Menentukan Masuknya Bulan Ramadhan Dengan Ru’yatul Hilal. Penentuan mulai masuknya bulan Ramadhan dilakukan dengan cara ru’yatul hilal, yakni melihat bulan terbit sebagai tanda dimulainya awal bulan hijriyah. Apabila terhalangi oleh mendung atau yang semisalnya, maka caranya ialah dengan melengkapkan bilangan hari dalam bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Hal ini sesuai dengan hadits Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِينَ َ
“Bershaumlah berdasarkan ru’yatul hilal dan berharirayalah berdasarkan ru’yatul hilal. Jika terhalangi oleh mendung (atau semisalnya) maka genapkanlah bilangannya menjadi 30 hari.” (HR. Al-Bukhari)
Adapun hadits lain yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar :
فَإِنْ أُغْمِيَ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ
“…maka iika terhalangi, ‘perkirakanlah”...
makna dari kata “perkirakanlah” dalam hadits ini telah diterangkan Rasulshallallahu ‘alaihi wasallam sendiri pada hadits yang sebelumnya, yaitu;
(فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلاَثِيْن) atau (فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِيْنَ )
“Maka lengkapilah bilangannya menjadi 30 hari” atau “lengkapi bilangan Sya’ban menjadi 30 hari”. (HR. Al-Bukhari)
Marhaban ya Ramadhan, mohon maaf buat semua salah ya sobat... semoga kita bertemu bulan penuh berkah...
Insya Allah...
Amiinn....
Jumat, 09 Juli 2010
KENAPA MAKING LOVE ITU ENAK BANGET
Mari kita telusuri logika ini, dari pembicaraan anak ma bapak berikut ini:
Anak : “Pak, Kenapa sih making love itu enak banget (katanya – red)..??”
Bapak : “Wah, itu kayak sensasi waktu kamu ngupil pake jari kamu, Nak..”
Anak : “Trus, kenapa cewek lebih menikmatinya, Pak..??”
Bapak : “Karena waktu kamu ngupil, yang kerasa paling enak khan hidung kamu dan bukan jari amu..”
Anak : “Terus, kenapa cewek benci banget amit-amit jabang bayi kalo mereka diperkosa..??”
Bapak : “Seperti kalo kamu di jalan ketemu orang asing, trus orang asing itu pengen ngupilin hidung kamu pake jarinya dia… ngeselin khan..??”
Anak : “Kenapa cewek nggak bisa / nggak mau gituan waktu mereka lagi datang bulan..??”
Bapak : “Kalo hidung kamu berdarah, kamu masih pengen terus ngupil..??”
Anak : “Katanya, semakin banyak sperma laki-laki yang keluar waktu orgasme, semakin besar kenikmatannya… Bener nggak sih, Pak..??”
Bapak : “Semakin besar upil yang kamu dapet waktu ngorek, semakin puas nggak kamu..??”
Anak : “Kenapa cowok nggak suka pake kondom waktu mereka making love..??”
Bapak : “Kamu suka nggak ngupil pake sarung tangan..??”
Anak : “Wahhh Bapak pinter banget deh… hehehe…”
Kesimpulan :
Buat yang pengen ML tapi ga ada penyaluran mending ngupil aja deh…!!!
Hihihihihihihihiiii….
Xoxoxo....
enak banget khan..????
Anak : “Pak, Kenapa sih making love itu enak banget (katanya – red)..??”
Bapak : “Wah, itu kayak sensasi waktu kamu ngupil pake jari kamu, Nak..”
Anak : “Trus, kenapa cewek lebih menikmatinya, Pak..??”
Bapak : “Karena waktu kamu ngupil, yang kerasa paling enak khan hidung kamu dan bukan jari amu..”
Anak : “Terus, kenapa cewek benci banget amit-amit jabang bayi kalo mereka diperkosa..??”
Bapak : “Seperti kalo kamu di jalan ketemu orang asing, trus orang asing itu pengen ngupilin hidung kamu pake jarinya dia… ngeselin khan..??”
Anak : “Kenapa cewek nggak bisa / nggak mau gituan waktu mereka lagi datang bulan..??”
Bapak : “Kalo hidung kamu berdarah, kamu masih pengen terus ngupil..??”
Anak : “Katanya, semakin banyak sperma laki-laki yang keluar waktu orgasme, semakin besar kenikmatannya… Bener nggak sih, Pak..??”
Bapak : “Semakin besar upil yang kamu dapet waktu ngorek, semakin puas nggak kamu..??”
Anak : “Kenapa cowok nggak suka pake kondom waktu mereka making love..??”
Bapak : “Kamu suka nggak ngupil pake sarung tangan..??”
Anak : “Wahhh Bapak pinter banget deh… hehehe…”
Kesimpulan :
Buat yang pengen ML tapi ga ada penyaluran mending ngupil aja deh…!!!
Hihihihihihihihiiii….
Xoxoxo....
enak banget khan..????
RENUNGAN KLOSET JILID IV
Tatkala kudatangi sebuah cermin
Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat, Namun aneh, sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat...
Tatkala kutatap wajah, hatiku bertanya...
Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya dan bersinar indah di syurga sana..?
Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka jahanam
Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya...
Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan, Menatap Allah, menatap Rasulullah, menatap kekasih-kekasih Allah kelak..?
Ataukah mata ini yang akan terbeliak, melotot, menganga, terburai menatap neraka jahanam...
Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan..?
Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini...?
Tatkala kutatap mulut...
Apakah mulut ini yang akan mendesah penuh kerinduan, Mengucap "laa ilaaha ilallah" saat malaikat maut datang menjemput..?
Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur, dgn lengking jeritan pilu, Apakah gerangan yg engkau ucapkan wahai mulut yg malang..?
Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan..?
Berapa banyak hati-hati yang remuk dgn pisau kata-katamu yg mengiris tajam..?
Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yg palsu yg engkau ucapkan utk menipu..?
Tatkala kutatap dada...
Seperti apa gerangan hatimu, Apakah hatimu sebagus kata-katamu
Atau sekotor daki-daki yang melekat ditubuhmu..?
Apakah hatimu seindah penampilanmu
Atau sebusuk kotoran-kotoranmu
Betapa beda... betapa beda... apa yang tampak dicermin dengan apa yg tersembunyi...
Betapa beda…
Aku telah tertipu oleh topeng, aku tertipu oleh topeng
Betapa yg kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah topeng belaka
Betapa pujian yg terhambur hanyalah memuji topeng
Sedangkan aku...
hanyalah seonggok sampah busuk yg terbungkus
Aku tertipu, aku malu...
Ya Allah.... Ampuni aku...
Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat, Namun aneh, sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat...
Tatkala kutatap wajah, hatiku bertanya...
Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya dan bersinar indah di syurga sana..?
Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka jahanam
Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya...
Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan, Menatap Allah, menatap Rasulullah, menatap kekasih-kekasih Allah kelak..?
Ataukah mata ini yang akan terbeliak, melotot, menganga, terburai menatap neraka jahanam...
Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan..?
Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini...?
Tatkala kutatap mulut...
Apakah mulut ini yang akan mendesah penuh kerinduan, Mengucap "laa ilaaha ilallah" saat malaikat maut datang menjemput..?
Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur, dgn lengking jeritan pilu, Apakah gerangan yg engkau ucapkan wahai mulut yg malang..?
Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan..?
Berapa banyak hati-hati yang remuk dgn pisau kata-katamu yg mengiris tajam..?
Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yg palsu yg engkau ucapkan utk menipu..?
Tatkala kutatap dada...
Seperti apa gerangan hatimu, Apakah hatimu sebagus kata-katamu
Atau sekotor daki-daki yang melekat ditubuhmu..?
Apakah hatimu seindah penampilanmu
Atau sebusuk kotoran-kotoranmu
Betapa beda... betapa beda... apa yang tampak dicermin dengan apa yg tersembunyi...
Betapa beda…
Aku telah tertipu oleh topeng, aku tertipu oleh topeng
Betapa yg kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah topeng belaka
Betapa pujian yg terhambur hanyalah memuji topeng
Sedangkan aku...
hanyalah seonggok sampah busuk yg terbungkus
Aku tertipu, aku malu...
Ya Allah.... Ampuni aku...
Langganan:
Postingan (Atom)